alexametrics

Pasokan Industri Elektronik Terganggu Wabah Virus Korona

19 Februari 2020, 17:10:39 WIB

JawaPos.com – Sebagian besar barang elektronik yang masuk pasar Indonesia berasal dari Tiongkok. Sejauh ini, kinerja penjualan masih stabil. Demikian juga pasokannya. Namun, jika kebijakan insan industri Tiongkok untuk menonaktifkan pabrik gara-gara wabah korona berkelanjutan, bukan tidak mungkin pasar elektronik dalam negeri terpengaruh.

Assistant General Manager Marketing Communications Sharp Electronics Indonesia Agus Soewardji menyatakan bahwa kontribusi Tiongkok terhadap produksi barang-barang elektronik perusahaannya besar. Yakni, 30–40 persen. “Contoh barang yang kami impor dari Tiongkok adalah komponen untuk mesin cuci, LED, dan lemari es,” ujarnya Senin (17/2).

Agus mengakui, beberapa komponen yang diimpor tersebut memang tidak diproduksi langsung di pusat wabah, Provinsi Hubei. Meskipun demikian, tetap ada dampaknya terhadap transportasi di dalam dan ke luar Tiongkok.

“Sekarang pengiriman apapun dari sana diawasi sangat ketat. Kapal Tiongkok tidak bisa sembarangan berlabuh,” katanya.

Terpisah, Direktur UFO Elektronik Poedji Herixon juga menuturkan bahwa kinerja penjualan di gerainya masih baik. “Kami juga belum kesulitan supply secara umum, kecuali model-model AC tertentu,” ungkapnya.

Sepanjang 2019, kontribusi AC terhadap sales UFO Elektronik 35 persen. “Saat ini stok kami masih aman. Tapi, kalau kondisinya seperti ini terus, pasti akan menggerus sales,” ucapnya. Padahal, brand-brand elektronik dari Tiongkok banyak dicari.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (car/c20/hep)



Close Ads