alexametrics

Impor Mainan Diprediksi Turun 15 Persen Akibat Wabah Virus Korona

19 Februari 2020, 17:30:45 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) menyatakan bahwa wabah virus korona akan berdampak signifikan pada impor mainan. Dalam triwulan pertama tahun ini, impor mainan diprediksi turun sekitar 15 persen jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Sebab, sebagian besar impor mainan Indonesia berasal dari Tiongkok.

Namun, Ketua Bidang Mainan Kayu APMI Winata Riangsaputra menyebutkan bahwa turunnya impor mainan itu tidak lantas mendatangkan dampak buruk saja. Ada plus-minusnya.

Sisi positifnya, menurut dia, peluang pengusaha untuk meningkatkan ekspor kian besar. Demikian juga kesempatan bagi para pemain lokal untuk memperbaiki kinerja penjualan mereka.

“Di sisi lain, sejumlah industri jadi kesulitan untuk mendapatkan bahan baku,” kata Winata, Senin (17/2).

Itu terjadi karena beberapa bahan baku mainan memang hanya bisa didapatkan dari Negeri Panda tersebut. Dari faktor harga, bahan baku dari Tiongkok lebih murah jika dibandingkan dengan bahan baku impor dari Thailand dan Korea Selatan (Korsel).

“Tapi, pabrik di sana sedang off agar karyawannya nggak kena virus. Akibatnya, suplai bahan baku seperti kain boneka, magnet, ataupun baut mainan tersendat,” urai Winata.

Dia mengatakan bahwa kontribusi bahan baku impor asal Tiongkok terhadap industri mainan dalam negeri itu beragam. Bergantung pada jenis mainannya. Porsi impor mainan jenis boneka bisa 80 persen. Untuk mainan kayu dan plastik boks, masing-masing 60 persen dan 40 persen.

Untuk sementara, sejumlah pelaku industri terpaksa mengambil suplai bahan baku dari Taiwan dan Korea. “Jika di sana tidak ada, kita menunggu sampai supplier buka,” lanjut Winata.

Dia menambahkan bahwa dampak lain virus korona adalah batalnya pameran-pameran mainan di Tiongkok. “Pameran mainan di Indonesia juga ditunda gara-gara wabah ini. Dari yang awalnya diadakan Maret diundur jadi September,” tandasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (car/c7/hep)



Close Ads