JawaPos Radar

Ini, 5 Teknologi Super Canggih di Balik Kesuksesan Alibaba

18/11/2017, 07:00 WIB | Editor: Dwi Shintia
Robot Patroli milik Alibaba.
GIAT: Robot Patroli milik Alibaba. (Dokumentasi Alibaba)
Share this image

JawaPos.com - Alibaba Group secara resmi mengumumkan 11.11 Global Shopping Festival melampaui target dan melanjutkan tradisi pemecahan rekor gross merchandise volume (GMV).

Rekor jumlah konsumen dan penjual yang berpartisipasi di seluruh marketplaces Alibaba Group membuat dunia berdecak kagum. Rupanya, kesuksesan Alibaba tak lepas dari implementasi teknologi canggih.

Teknologi unggulan Alibaba Group serta inovasi artificial intelligence (AI), machine learning, dan cloud computing turut memperkuat elemen-elemen pada New Retail, sebagai fokus Global Shopping Festival tahun ini.

Salah satu catatan penting kesuksesan festival ini adalah kemampuan sistem untuk mengatur lonjakan transaksi yang puncaknya mencapai 325 ribu pesanan per detik dalam waktu 24 jam.

“Global Shopping Festival tahunan ini merupakan ajang uji coba terbesar untuk teknologi kami. Tahun ini kami sepenuhnya mengadopsi cloud management dan memanfaatkan artificial intelligence dalam skala yang jauh lebih besar pada infrastruktur dan sistem kami," kata Alibaba Group’s Chief Technology Officer, Jeff Zhang, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/11).

Sehingga efisiensi pengoperasian menjadi lebih tinggi dan di saat bersamaan juga mengurangi biaya TI yang sangat signifikan. Selain itu, pihaknya juga menawarkan solusi teknologi yang inovatif untuk membantu para mitra mengembangkan keberagaman produk, manajemen persediaan, pembayaran, dan logistik untuk memenuhi lonjakan permintaan yang tinggi selama Global Shopping Festival.

"Kami akan menyediakan solusi ini di cloud platform kami untuk memberikan keuntungan kepada lebih banyak pengusaha dan masyarakat luas, bahkan di luar acara ini,” papar Jeff.

Alibaba Group terus memanfaatkan teknologi AI untuk memberdayakan penjual dan menarik para konsumen. Sebagai contoh, 95 persen pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke layanan pelanggan selama Global Shopping Festival ditangani oleh virtual customer service chatbot yang dibuat oleh Alibaba sendiri.

Lebih dari 400 juta customized online banner yang dibuat untuk para penjual oleh marketing design platform berbasis AI milik Alibaba. Kesimpulannya, Alibaba memanfaatkan teknologi data dengan berbagai cara untuk membangun infrastruktur yang kuat namun tetap dengan biaya yang efektif.

Berikut beberapa teknologi yang mereka manfaatkan:

1. Teknologi Colocation
Fungsinya untuk memperkuat pemanfaatan CPU. Alibaba Group memiliki teknologi colocation (penyimpanan server yang berada di satu titik atau lebih) yang dibantu salah satu hybrid clouds terbesar di dunia dengan komputasi yang optimal dan jutaan kontainer. Dengan memanfaatkan teknologi colocating untuk layanan online dan analisis beban kerja, rata-rata penggunaan harian CPU ditingkatkan hingga lebih dari 40 persen dengan penggunaan puncak di atas 60 persen.

2. Mesin Pintar
Fungsinya untuk mengoptimalkan penggunaan sistem. Untuk mencapai penggunaan dan stabilitas sistem yang optimal, sebuah mesin pintar dibuat pada tahun ini untuk secara otomatis mengalokasikan sumber daya komputasi secara tepat waktu. Mesin ini digunakan untuk pertama kalinya di Global Shopping Festival 2017 dan diperkirakan mengurangi jumlah server yang dibutuhkan hingga sekitar 30 persen

3. Uji Coba Keseluruhan Beban Otonom
Uji coba dilakukan berkali-kali untuk mempersiapkan peningkatan beban yang telah diprediksi sebelumnya saat puncak lonjakan transaksi pada 11 November. Teknologi pintar otonom ini telah menghemat Teknologi pintar otonom ini telah menghemat sekitar 1.000 hari kerja teknisi.

4. Robot Patroli
Untuk memonitor pusat data dan memonitor kondisi pusat data Alibaba di Tiongkok Utara selama Global Shopping Festival. Robot ini diperkirakan dapat mengurangi 30 persen kegiatan repetitif pada saat memonitor pusat data.

5. Penyebaran CDN Node Alibaba Cloud
Alibaba Cloud, yang menjadi kekuatan dari cloud komputasi milik Alibaba Group, menyebarkan lebih dari 1.200 content delivery network (CDN) node pada infrastruktur global cloud-nya. Hal itu dikembangkan untuk mendukung banyaknya jumlah konten di platform Tmall dan Taobao. (*)

(ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up