alexametrics

Ekonomi Digital Indonesia Dinilai Potensial Mengundang Investor

18 Mei 2022, 06:00:46 WIB

JawaPos.com – Perkembangan teknologi digital sejalan dengan tumbuhnya perusahaan rintisan. Saat ini perusahaan digital dianggap sangat potensial bagi investor.

Menurut Peneliti Center for Digital Society (CfDS) Anisa Pratita Kirana Mantovani, sangat wajar kini perusahaan swasta dan BUMN berinvestasi di perusahaan digital. Berinvestasi di perusahaan digital diharapkan dapat menjadi solusi lengkap dengan nilai synergy value yang cukup tinggi.

“Investasi ini bisa dikatakan sebagai bagian dari strategi digitalisasi di industri digital,” ujar Anisa Pratita Kirana Mantovani kepada wartawan, Selasa (17/5).

Berdasar laporan e-Conomy SEA 2021 yang dikeluarkan Google, Bain & Company menyebutkan Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 bisa mencapai USD 146 miliar.

Dengan potensi itu, kata Anisa, potensi ekonomi digital nasional sangat besar dan membuat banyak pihak tertarik untuk menggarapnya. Ja; itu tidak hanya dilakukan sektor swasta, tapi juga BUMN. Kini beberapa BUMN ikut menjadi investor di perusahaan digital. Menteri BUMN Erick Thohir pun membuat Merah Putih Fund untuk mengakomodasi perusahaan rintisan digital nasional untuk mendapatkan pendanaan dari perusahaan BUMN.

“Investasi yang dilakukan swasta dan BUMN di perusahaan teknologi pasti sudah melalui penilaian risk management yang ketat. Tujuan utama mereka berinvestasi di perusahaan digital adalah untuk mencari nilai tambah (value creation), sehingga memiliki bisnis lain di luar bisnis inti,” terang Anisa.

Anisa mencontohkan, investasi yang dilakukan Telkomsel di GoTo. Hal itu dianggap dapat menciptakan kolaborasi yang bersifat strategis. Sejauh ini synergy value yang telah terbangun antara Telkomsel bersama Gojek telah memperkuat layanan berbasis digital, mendorong inovasi, dan meningkatkan pengalaman bagi konsumen, drivers, dan pelaku usaha kecil (UMKM) di Indonesia yang turut mendorong perfomansi bisnis Telkomsel.

Di sisi lain, saat ini investasi yang ditanamkan investor di perusahaan digital mengalami penyusutan. Penurunan itu disebabkan oleh terkoreksinya harga saham perusahaan digital bursa global maupun regional. Melemahnya harga saham perusahaan di bursa itu membawa dampak terhadap nilai investasi.

Editor : Ilham Safutra

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads