alexametrics

Enam Jurus Pemerintah Genjot Penerimaan Devisa Pariwisata 2019

18 Maret 2019, 16:26:42 WIB

JawaPos.com – Pemerintah telah menyapakati langkah-langkah strategis dalam mendorong peningkatan cadangan devisa dari sektor pariwisata. Ada enam jurus jitu untuk mendorong peningkatan cadangan devisa.

Kesepakatan itu diperoleh dari rapat koordinasi antara Bank Indonesia bersama pemerintah pusat dan daerah. Adapaun enam langkah tersebut yakni, pertama, mempercepat penyelesaian beberapa proyek infrastruktur, seperti New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Yogyakarta dan akses pendukungnya, runway 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, rapid exit taxiway Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan pengembangan jalan di sekitar destinasi wisata.

“Percepatan penyelesaian proyek infrastruktur tersebut untuk meningkatkan aksesibilitas dan mendukung peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (18/3).

Kedua, mendorong pengembangan atraksi wisata sepeerti pengembangan pariwisata di daerah perbatasan dan pengembangan atraksi wisata ke arah quality tourism dengan menetapkan kapasitas daya dukung (carrying capacity) di daerah destinasi wisata.

Ketiga, meningkatkan kualitas amenitas di daerah destinasi wisata melalui upaya percepatan pembebasan lahan untuk pengembangan amenitas di Danau Toba dan Borobudur. Kemudian, penyelenggaraan Program Indonesia Bersih untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di berbagai daerah destinasi wisata.

“Serta memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, termasuk ketersediaan fasilitas anjungan tunai mandiri (ATM), kegiatan usaha penukaran valuta asing (KUPVA), operasional kanal pembayaran, serta pengembangan elektronifikasi transaksi pelaku pariwisata di destinasi wisata,” tuturnya.

Keempat, memperkuat promosi pariwisata nasional untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan mancanegara, antara lain melalui: promosi digital (marketplace), pengembangan paket wisata, perluasan paket promo wisata (hot deals) di destinasi wisata, serta promosi di beberapa lokasi yang menjadi regional tourism hub.

Kelima, mendorong investasi dan pembiayaan dalam pengembangan destinasi wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta perbaikan dukungan data dan informasi.

“Terakhir, menyusun standar prosedur Manajemen Krisis Kepariwisataan dan membentuk forum Manajemen Krisis Kepariwisataan Daerah (MKK Daerah),” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Hana Adi

Copy Editor :

Enam Jurus Pemerintah Genjot Penerimaan Devisa Pariwisata 2019