alexametrics

Pengamat IPB Ingatkan Efek Domino dari Kenaikan CHT, Sampai ke Petani

17 September 2021, 13:58:05 WIB

JawaPos.com – Petani tembakau dan pekerja di industri rokok saat ini tengah was-was dengan rencana pemerintah menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2022. Kenaikan tarif CHT selama ini menghantui pabrikan dan memberikan tekanan bagi petani tembakau dan buruh rokok.

Pengamat Ekonomi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Prima Gandhi menyatakan bahwa perlambatan perekonomian akibat pandemi Covid-19 telah meningkatnya angka pengangguran karena adanya pemutusan hubungan kerja (PHK). “Kerugian ya pasti tenaga kerja dan bahan baku. Kalau bahan baku ke petani, ke tenaga kerja ya kenanya ke para buruh,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (17/9).

Menurutnya, dalam industri hasil tembakau, ketika terjadi penurunan produksi akibat permintaan berkurang, banyak pihak yang menjadi korban. “Cukai naik, pasti yang ditekan perusahaan adalah tembakaunya yang dari petani. Cukai naik, perusahaan harus menjaga produksinya agar tidak tinggi biayanya. Petani lah yang jadi korbannya, belum lagi korban keadaan alam seperti musim hujan yang panjang,” kata Prima.

Dia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan nasib petani tembakau dan cengkih. “Nasib petani tidak akan sejahtera kalau hasil tembakaunya tidak laku,” katanya.

Ketua Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Budidoyo mengatakan keprihatinannya akan kenaikan tarif CHT yang secara progresif naik tiap tahun. “Semua prihatin pada masa pandemi serba sulit ini tapi kita di sektor industri hasil tembakau dituntut memberikan sumbangsih yang besar. Pemerintah harusnya berikan kelonggaran,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan pemerintah terhadap IHT selama ini seringkali berat sebelah. “Kami bukan semata-mata menyuarakan, mengingat masyarakat yang mengadu nasib di industri hasil tembakau yang paling merasakan kenaikan cukai ini,” ujarnya.

Editor : Estu Suryowati

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads