alexametrics

Banyak Dikeluhkan Masyarakat, Bambang Haryo Desak Aplikasi Ferizy ASDP

17 Mei 2022, 16:38:11 WIB

“Giliran order kuotanya penuh, sedangkan calo-calo di pinggiran jalan bisa dengan mudahnya akses, trus apa fungsinya,” tulis pengguna lainnya bernama Asef. Sama seperti Rieo dan Rini, Asef hanya memberikan 1 bintang untuk Ferizy dari penilaian tertinggi 5 bintang.

Rating aplikasi menjadi tolok ukur kepuasan pelanggan. Rating yang tinggi mulai 4.0 ke atas berarti aplikasi disukai pengguna. Sedangkan rating rendah 4.0 ke bawah menunjukkan aplikasi itu tidak disukai dan terancam dihapus.

Tokoh transportasi nasional Bambang Haryo Soekartono, yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) mengatakan, banyaknya keluhan itu menunjukkan aplikasi tersebut tidak bermanfaat dan justru menyulitkan masyarakat menggunakan angkutan penyeberangan.

“Pengguna Play Store yang umumnya melek teknologi dan berpendidikan saja kesulitan menggunakan aplikasi itu, bagaimana dengan masyarakat menengah ke bawah? ASDP tentunya tahu, sekitar 40 persen penduduk Indonesia berpendidikan SMP dan 20 persen belum mengenyam pendidikan, sementara sekitar 70 persen pengguna angkutan penyeberangan adalah masyarakat menengah ke bawah sehingga mereka akan kesulitan dan bingung,” jelasnya, Minggu (15/5).

Terbukti saat arus mudik Lebaran lalu terjadi kemacetan luar biasa di Pelabuhan Merak dan Gilimanuk akibat aplikasi Ferizy bermasalah, apalagi sosialisasinya sangat minim. “Selain itu masalah utamanya sendiri tidak diatasi oleh ASDP, yaitu jumlah dermaga sangat kurang dan beberapa tidak layak,” kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur ini.

Akibat kesulitan membeli lewat online dan tidak ada pilihan pembelian tiket di pelabuhan, dia mengatakan masyarakat terpaksa membeli tiket lewat calo-calo yang marak di pelabuhan dengan harga lebih mahal.

Editor : Dimas Ryandi

Saksikan video menarik berikut ini: