alexametrics

PHRI: Perhotelan Masih Mode ‘Bertahan’, Belum Recovery

17 Mei 2021, 22:58:51 WIB

JawaPos.com – Larangan mudik hari raya memaksa para pebisnis hotel dan tempat wisata tidak berekspektasi tinggi. Pembatasan mobilitas manusia membuat okupansi sulit tumbuh. Dari sisi demand atau permintaan, kondisinya tidak akan terlalu beda jauh dengan tahun lalu.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menyebutkan, tingkat okupansi hotel pada libur Lebaran 2021 berkisar 25–30 persen. Angka itu sedikit lebih baik jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu. Yakni, sekitar 15 persen.

Maulana menegaskan, proyeksi kenaikan okupansi itu tidak signifikan untuk menambah pemasukan hotel. Sebab, average room rate atau tarif rata-rata harian kamar hotel masih rendah.

“Harga jual per malam tertekan sejak tahun lalu. Turun sekitar 30–40 persen. Pertumbuhan okupansi juga belum tentu menaikkan harga kamar,” terangnya kemarin (16/5).

Dia menjelaskan, saat ini sektor hotel dan restoran masih berada dalam tahap bertahan. Belum memasuki tahap recovery atau pemulihan.

Sektor hotel dan restoran masih membutuhkan stimulus dari pemerintah seperti dana hibah pariwisata. “Kalau pergerakan orang tidak lagi dibatasi, pasti kami bisa kembali tumbuh,” ujar Maulana.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/c14/hep)

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads