JawaPos Radar | Iklan Jitu

Berpotensi Bisa Terbang Lagi

Ini Utang Merpati yang Harus Dinegosiasikan dengan Krediturnya

16 November 2018, 08:37:57 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Ini Utang Merpati yang Harus Dinegosiasikan dengan Krediturnya
Ilustrasi maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (KOKOH PRABA WARDANI)
Share this

JawaPos.com - PT Merpati Nusantara Airlines dinyatakan lolos dari kepailitan. Namun, Merpati tetap harus membayar kewajiban hutangnya sebesar Rp10,7 triliun. Siapa kreditur terbesarnya?

General Manager Direktorat Business Advisory & Asset Management PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) Ardian Pratama mengungkapkan bahwa ada kewajiban Merpati terhadap kreditur ada yang memakai jaminan dan non jaminan.

Merpati punya tiga kreditur dengan jaminan atau separatis. Porsi utangnya kepada kreditur separatis mencapai 30 persen dari total utang. Adapun ketiga kreditur itu adalah negara yakni Kementerian Keuangan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT PPA (Persero) dan Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Ini Utang Merpati yang Harus Dinegosiasikan dengan Krediturnya
Ilustrasi Pesawat Merpati Nusantara Airlines (DOK. JAWA POS)

"Dari 30 persen itu, SMI memegang porsi terbesar yakni mencapai 66 persen," kata Ardian kepada JawaPos.com, di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (15/11).

Sementara itu, Merpati juga memiliki utang kepada kreditur preferen dan konkuren. Misalnya kepada PT Angkasa Pura dan PT Pertamina. Untuk Pertamina, kata Ardian, utang Merpati adalah berupa pembelian avtur.

"Utang ke Pertamina kan ada buat beli fuel, terus gak bisa bayar minta kredit terus lama-lama meledak (kreditnya). Ke Bandara juga ada utangnya," jelasnya.

Ardian mengatakan dengan kondisi sekarang, Merpati memiliki 50 bekas pesawat sebelum dinyatakan berhenti beroperasi pada 2014 lalu.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up