JawaPos Radar

Jokowi Beberkan Kekuatan Terbesar RI Hadapi Persaingan Global

16/08/2018, 10:10 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Jokowi Beberkan Kekuatan Terbesar RI Hadapi Persaingan Global
Presiden Jokowi saat meresmikan tol Padang (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Jokowi menegaskan sumber daya manusia merupakan kekuatan besar bangsa Indonesia. Alasannya, Indonesia memiliki jumlah penduduk hingga 260 juta jiwa, terbesar di Asia Tenggara.

Jokowi percaya masa depan Indonesia terletak pada kemampuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia yang maju dan unggul. Inilah sesungguhnya modal terbesar dan terkuat yang harus kita miliki.

"Untuk itu, membangun manusia Indonesia adalah investasi kita untuk menghadapi masa depan, untuk melapangkan jalan menuju Indonesia maju. Kita persiapkan manusia Indonesia menjadi manusia yang unggul sejak dalam masa kandungan sampai tumbuh secara mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya," ujar Jokowi dalam Pidato Kenegaraan di Gedung DPR/MPR, Kamis (16/8).

Mantan Walikota Solo ini menegaskan pemerintah akan terus bekerja memastikan setiap anak Indonesia dapat lahir dengan sehat, dapat tumbuh dengan gizi yang cukup, bebas dari stunting atau tumbuh kerdil. Ketika mereka memasuki usia sekolah, tidak boleh lagi anak-anak kita, termasuk anak-anak yatim piatu, terpaksa putus sekolah karena alasan biaya pendidikan yang tidak terjangkau.

"Komitmen ini kita wujudkan melalui pembagian Kartu Indonesia Pintar, yang padan 2017 sudah mencapai lebih dari 20 juta peserta didik, serta perluasan penyaluran program beasiswa Bidik Misi bagi mahasiswa. Untuk memberikan perlindungan sosial bagi warga yang tidak mampu, Pemerintah meningkatkan secara bertahap Penerima Bantuan Iuran JKN dari 86,4 juta jiwa di 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018," jelasnya.

Jokowi menambahkan kualitas kehidupan manusia Indonesia dalam empat tahun terakhir terus membaik. Indeks Pembangunan Manusia meningkat dari 68,90 di 2014 menjadi 70,81 di 2017. Dengan hasil itu, Indonesia sudah masuk ke kategori High Human Development.

Selain itu, pemerintah terus dorong pendidikan tinggi untuk melakukan terobosan-terobosan sehingga lulusan perguruan tinggi bisa lebih adaptif di era Revolusi Industri 4.0, termasuk kemampuan dalam literasi digital, serta mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan-wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif.

Dalam empat tahun terakhir, Pemerintah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di negara kita. Tujuan utamanya adalah membuat perekonomian kita bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa, sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru, dan menyerap pengangguran.

"Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70 persen menjadi 5,13 persen," pungkasnya.

(gwn/hap/uji/JPC)

Alur Cerita Berita

Kolaborasi APBN, BUMN, dan Swasta 16/08/2018, 10:10 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up