alexametrics

Indosat Dukung Pemerintah Kembangkan Program Smart City

16 Mei 2019, 11:09:01 WIB

JawaPos.com – Indosat Ooredoo siap menyukseskan program pemerintah dalam menciptakan 100 smart city. Selain ingin berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi digital tanah air, kehadiran Indosat dalam gerakan tersebut untuk mendongkrak layanan Business to Business (B2B) yang masih belum maksimal saat ini. Lewat smart city, Indosat berharap layanan B2Bnya akan tumbuh pesat.

Group Head ICT Product & Solution lndosat Ooredoo Budiharto mengatakan, komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan smart city di Indonesia sebenarnya sesuai dengan target perusahaan. Yakni ingin menjadi digital partners yang terpercaya bagi pemerintah. ”Kami cukup serius dalam berpartisipasi di program smart city ini,” ujarnya di sela – sela kegiatan Roadshow Ramadan Makin Kuat di Surabaya, Rabu (15/5).

Hal tersebut dibuktikan dengan kontribusi Indosat Ooredoo yang terlibat sejak awal program gerakan Menuju 100 Smart City. Mulai dari Jakarta Smart city Forum 2015, Indonesia Smart city Forum 2016, Gerakan 100 Kota Cerdas tahap I tahun 2017, tahap II pada tahun 2018, dan kali ini masuk ke tahap III tahun 2019.

Budi menjelaskan, peran Indosat Ooredoo dalam membentuk kota cerdas di tahun ini adalah sebagai technology advisor bagi 11 kota/kabupaten di tanah air yang terpilih. Tugasnya yaitu memberikan berbagai bimbingan teknologi. Salah satunya adalah menyusun master plan smart city yang di dalamnya terdapat program-program yang dapat diimplementasikan dalam waktu cepat.

”Kami akan semaksimal mungkin mendampingi 11 kota/kabupaten itu dalam pembuatan konektivitas dan solusi-solusi berbasis IT. Sehingga bisa digunakan oleh pemerintah daerah untuk melayani warganya dengan lebih baik, tepat guna, cermat dan terukur,” terangnya.

Selain itu, untuk lebih mendukung pembangunan kota cerdas, Indosat Ooredoo juga mengaku telah membangun ekosistem smart city. Mulai dari pondasi dasar berupa jaringan atau infrasruktur telekomunikasi, layanan TIK (data center dan manage services), platform smart city, komputasi awan, serta aplikasi-aplikasi yang berjalan di atasnya secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Yang tak kalah penting, pihaknya juga menghadirkan beragam solusi ICT yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah. Seperti smart plate and face recognition solution, command center, smart light PJU, e-tax, e-retribusi, smart bike sharing, hingga digital library. ”Ke depannya tentu kami akan terus berinovasi menghadirkan solusi yang dibutuhkan pelanggan dalam era 4.0 seperti sekarang,” imbuhnya.

Menurut Budi, Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang sudah mengimplementasikan smart city. Bangkalan, Blitar, Gresik, Malang, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sidoarjo, Batu, Probolinggo, dan Surabaya merupakan area yang telah terbantu dengan adanya solusi connectivity, internet, command center dan aplikasi yang terintegrasi untuk menunjang implementasi smart city.

”Kami akan terus mendorong kabupaten – kabupaten di Indonesia untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini, sehingga dapat tercipta tata kelola pemerintahan & transparansi, layanan publik yang baik, pertumbuhan ekonomi, dan efisiensi biaya,” tegasnya.

 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Charina Marietasari



Close Ads