JawaPos Radar

Keluhan Pengusaha Dalam Kembangkan Energi Baru Terbarukan di RI

15/12/2017, 02:05 WIB | Editor: Saugi Riyandi
ilustrasi energi baru terbarukan
ilustrasi energi baru terbarukan (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Para pengusaha mengeluhkan sulitnya mendapatkan investor dalam pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Sebab, investor lokal lebih memilih menanamkan modalnya di proyek yang sudah jadi bukan rintisan.

“Investor di Indonesia boleh dibilang sangat unik, karena hanya berupa rencana dinilai belum bagus, harus ada pilot proyek yang sudah dilaksanakan dan sudah bisa menghasilkan laba, setelah itu baru mereka percaya, dan tertarik untuk menanamkan uang,” ujar Director Center of Waste Management Indonesia Bayu Indrawan di Jakarta, Kamis (14/12).

Proyek pertama yang dilaksanakan Bayu bekerja sama dengan perusahaan pengembang di kawasan Kota Tangerang yang mengkonversi sampah komplek perumahan menjadi bahan padat seperti batubara untuk bahan bakar pembangkit biomasa.

"Ada dua sumber pemasukan yang didapat dari pengelolaan sampah perkotaan, pertama dari pengumpulan sampah dari perumahan dan dari listrik yang dihasilkan. Jika skalanya besar bisa menggunakan model bisnis yang biasa, namun jika lebih kecil bisa mengedepankannya sebagai public service bekerjasama dengan pemerintah daerah," tegasnya.

Sementara itu, SVP Corporate Strategy Growth PT Pertamina (Persero) Daniel S Purba menjelaskan, pihaknya komitmen dalam pengembangan energi baru terbarukan. Salah satunya, pengembangan panel surya yang ditempatkan di sejumlah kantor operasional dengan akses listrik terbatas dan juga kantor pusat sebesar 1-2 MW, serta proyek bioethanol dengan menggunakan napier gras atau rumput gajah dan juga sedang mengkaji biomasa potensial lainnya khususnya sampah perkebunan.

"Perusahaan dalam sepuluh tahun terakhir telah mengembangkan berbagai sumber energi terbarukan dengan aksi nyata, yang dilakukan sebagai upaya untuk keluar dari zona nyaman dan menyikapi perubahan lingkungan energi global yang sangat cepat berubah," kata Daniel.

Selain itu, Pertamina bekerja sama dengan sejumlah lembaga penelitian juga mengembangkan katalis Hydroteated Biodiesel yang digunakan untuk membantu mengkonversi minyak mentah dan minyak sawit menjadi minyak diesel berkualitas.

"Guna mendukung pengembangan energi baru dan terbarukan, Pertamina terbuka untuk melakukan kerja sama dan aliansi strategisbaik dalam aspek pembiayaan maupun teknologi. Selain itu, juga terus mengembangkan model bisnis yang sesuai dengan perusahaan dan terus mencari peluang bisnis yang potensial di masa depan," kata Daniel.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up