alexametrics

Silmy Karim Akui Hanya Bisa Pantau Aktivitas Karyawan di Tempat Kerja

15 November 2019, 18:00:10 WIB

JawaPos.com – Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 4 orang terduga teroris di wilayah Provinsi Banten, Rabu (13/11). Satu di antaranya yang ditangkap diketahui bekerja di PT Krakatau Steel Persero.

Mengetahui anak buahnya jadi terduga teroris, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menegaskan, perusahaan terus meningkatkan kewaspadaan, dan melakukan tindakan pencegahan. Menurutnya, terorisme merupakan masalah nasional bahkan internasional. Namun ia mengaku, pihaknya hanya bisa memantau aktivitas dan perilaku karyawan di tempat kerja.

“Di luar tempat kerja itu menjadi urusan aparat penegak hukum. Mengenai pencegahan dan pemberantasan terorisme sudah ada lembaga yang menangani hal tersebut. Kami mendorong dan mendukung sepenuhnya atas pencegahan dan pemberantasan terorisme,” tegas Silmy dikutip dari Antara, Jumat (15/11).

Ia menjelaskan, secara normatif yang dapat dilakukan perusahaan adalah saat proses seleksi. Harus ada kerja sama antara perusahaan dengan aparat penegak hukum untuk melakukan ‘background checking‘ saat proses seleksi karyawan.

Hal ini dapat mencegah kemungkinan direkrutnya pelamar yang terindikasi bagian dari jaringan terorisme. “Saya sebagai pimpinan di Krakatau Steel mendukung langkah-langkah aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas-tugas untuk memberantas terorisme. Kejadian seperti diharapkan tidak terulang,” katanya.

Silmy juga mendukung upaya agar situasi dan kondisinya aman. “Ini dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia. Jangan sampai hal-hal semacam ini mengganggu pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” tutupnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Antara



Close Ads