JawaPos Radar | Iklan Jitu

Transaksi Pakai Mata Uang Tiongkok Jadi Cara Kalahkan Dolar AS

15 September 2018, 11:58:11 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Transaksi Pakai Mata Uang Tiongkok Jadi Cara Kalahkan Dolar AS
Dolar AS terus menguat dibandingkan mata uang negara lainnya (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) masih belum menunjukkan tanda-tanda penguatan. Bahkan, Rupiah kembali melemah menjadi Rp 14.835 pada Jumat (14/9) berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, pihaknya saat ini bersama pemerintah tengah mencari jalan tengah dalam memperkuat rupiah.

"Terus terang kita lagi mengupayakan mencari jalan (keluar) ini bagaimana supaya Rupiah ini tidak mengalami tekanan yang besar," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/9) kemarin.

Hariyadi mengungkapkan, salah satu wacana yang tengah dijajaki pengusaha dan pemerintah adalah dengan bertransaksi menggunakan mata uang Tiongkok, Renminbi. Usulan itu muncul lantaran transaksi perdagangan internasional Indonesia lebih banyak dilakukan dengan Negeri Tirai Bambu.

"Itu kalau kita bisa melakukan kegiatan perdagangan berdasarkan basisnya reminbi itu akan mengurangi permintaan terhadap dolar sebetulnya. Ini salah satu contoh yang lagi kita upayakan. Kita mau lihat negara-negara mana sih yang potensi selain dolar ini," jelasnya.

Dia menambahkan, jika Indonesia terus-menerus bergantung pada dolar AS, maka sulit untuk membuat rupiah perkasa. Di sisi lain, masih banyak juga pengusaha dalam negeri yang memiliki dolar berlebih namun tidak dikonversi ke rupiah.K

"Misalnya orang punya tabungan liat situasi, tapi kalau rush engga, rush artinya orang menukar rupiah ke dolar itu enggak sih. Tapi dia enggak nuker juga ke rupiah tapi permintaan itu kan ada terus entah untuk perdagangan dan sebagaianya itu yang kita berharap dengan kita punya, mendorong perdagangan-perdagangan dengan negara lain menggunakan currency yang berbeda kita berharap ketergantung kita terhadap dolar bisa menurun," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up