alexametrics

Kuartal I 2019, Traveloka Klaim Penjualan Tiket Pesawat Tetap Tumbuh

15 Mei 2019, 15:00:40 WIB

JawaPos.com – PT Trinusa Travelindo atau biasa dikenal sebagai Traveloka menyebut mahalnya harga penjualan tiket pesawat selama kuartal I 2019 tidak mempengaruhi antusiasme pengguna memilih moda transportasi tersebut. Meski tak menyebut data internalnya, Traveloka mengklaim saat ini masih ada pertumbuhan pemesanan tiket pesawat oleh pengguna.

Demikian disampaikan oleh Head of Growth Management Traveloka, Iko Putera dalam keterangannya kepada awak media. Pernyataan ini sekaligus mengklarifikasi pemberitaan yang beredar bahwasanya penjualan tiket Traveloka mengalami penurunan akibat mahalnya tiket pesawat.

“Meskipun terjadi kelesuan industri karenakan peningkatan harga pesawat terbang, pemesanan tiket pesawat di  kuartal pertama masih catatkan pertumbuhan,”  kata Iko.

Menurut Iko, tiket pesawat terbang masih menduduki peringkat tertinggi di Traveloka, diikuti oleh beberapa alternatif lain di transportasi darat, seperti kereta api, bus dan rental mobil. Namun, dia tak menampik moda transportasi darat kini terus mengalami kenaikan pemesanan.

“Hal ini sejalan dengan perkembangan infrastruktur di Indonesia yang semakin menunjang,” pungkasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2019, ada penurunan jumlah penumpang pesawat domestik sebesar 21,94 persen dari periode sama pada Maret 2018 (year to year).

Pada Maret 2019, BPS menyampaikan bahwa penumpang pesawat hanya 6,03 juta orang. Sementara pada Maret 2018, telah mencapai 7,73 juta penumpang.

Penurunan jumlah penumpang domestik ini, menurut BPS, tidak terlepas dari mahalnya harga tiket pesawat. Apalagi, data juga menunjukkan bahwa harga tiket pesawat ikut memberikan andil inflasi sebesar 0,03 persen pada bulan lalu.

Sementara itu, pemerintah melalui menteri perhubungan Budi Karya Sumadi telah mengambil sikap untuk menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat disekitar angka 12 sampai 16 persen.

Penurunan TBA tiket pesawat setidaknya diyakini dapat menurunkan harga tiket pesawat yang konon sebelumnya setara dengan penerbangan ke luar negeri. Sebab diketahui, harga tiket mahal yang terjadi selama ini, karena pihak maskapai menerapkan harga tiket mendekati TBA.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim