alexametrics

Jelang Lebaran, Tiket Kapal Ikut-Ikutan Mahal

15 Mei 2019, 05:50:30 WIB

JawaPos.com – Mengantisipasi penumpukan penumpang mendekati Lebaran, calon penumpang diimbau dapat memesan tiket mudik dan berangkat lebih awal. Operator pelayaran telah berupaya menghindari membeludaknya pemudik menjelang Lebaran dengan mengeluarkan jadwal keberangkatan kapal sejak jauh-jauh hari.

“Kami imbau calon penumpang yang berencana mudik agar lebih awal karena itu lebih bagus. Kami sudah berusaha menginformasikan kepada masyarakat (calon penumpang) supaya tidak sampai terjadi penumpukan penumpang pada hari tertentu,” kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Dharma Lautan Utama (DLU) Surabaya Mochamad Wahyudin saat berkunjung ke PT DLU Cabang Sampit, dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Rabu (15/5).

Wahyudin menuturkan, pihaknya menerapkan tarif progresif. Terhitung mulai H-30 sampai H-15 menggunakan tarif normal, yakni sebesar Rp 225 ribu Surabaya dan Semarang. Dari H-14 sampai H-10 ada kenaikan menjadi Rp 300 ribu dan terakhir dari H-9 sampai H terakhir ada kenaikan menjadi Rp 325 ribu.

“Jadi, semakin mendekati hari H, tarif akan kami naikkan sedikit lebih mahal. Itulah strategi untuk mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan pada hari mendekati puncak mudik Lebaran. Untuk lebih hemat, agar lebih baik menyusun jadwal kepulangannya agar tidak adanya penumpukan,” katanya.

Pihaknya telah mempersiapkan penyambutan arus mudik dengan matang. Wahyudin menuturkan, pengujian kapal layak atau tidak dapat dilihat melalui proses Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang menerbitkan surat bahwa kapal tersebut laik atau tidak. Kemudian, dilakukan proses dari Marine Inspektor yang dikeluarkan KSOP yang juga melakukan pengecekan uji kelaikan.

“Selama sertifikat laik laut itu dikeluarkan KSOP, maka secara otomatis kondisi kapal dapat dinyatakan aman untuk berlayar,” katanya.

Dia menuturkan, terhitung sejak H-15 arus mudik Lebaran, PT DLU Cabang Sampit akan melayani rute Sampit- Surabaya dan Sampit- Semarang dengan total 7 call. “Mulai hari ini sampai mendekati Lebaran, Sampit- Semarang ada 4 call menggunakan KM Kirana I dan Sampit- Surabaya ada 3 call. Jadi, totalnya ada 7 call terhitung mulai dari H-15,” ujarnya.

Wahyudin mengatakan, setiap armada kapal memiliki kapasitas penumpang berbeda-beda. KM Kirana I maksimal jumlah penumpang sebanyak 600 orang, sedangkan KM Kirana III maksimal jumlah penumpang sebanyak 650 orang.

Sementara itu, berkaitan dengan penambahan dispensasi penumpang, pihaknya masih mengajukan permohonan ke KSOP untuk dilakukan dispensasi penambahan penumpang.

“Kami masih menunggu proses persetujuan dari KSOP. Mengacu tahun lalu, kami mendapat dispensasi sebesar 150 penumpang, dengan catatan alat keselamatan harus lengkap dan jumlahnya harus 115 persen dari kapasitas yang ditentukan. Mudah-mudahan bisa keluar dispensasinya, minimal bisa sama seperti tahun lalu,” kata Wahyudin.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : jpg