alexametrics

Meski Laba Turun 26,9 Persen, Astra Agro Lestari Bagi Untung Rp 648 Miliar

15 April 2019, 15:15:21 WIB

JawaPos.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) sepanjang 2018 mengalami penurunan laba bersih sebesar 26,9 persen menjadi Rp 1,43 triliun dari Rp 1,96 triliun di tahun 2017. Meski laba turun, namun perusahaan tetap berkomitmen untuk membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.

Direktur Utama Astra Agro Lestari Santosa mengatakan, perseroan dan para pemegang saham sepakat mengalokasikan sekitar 45 persen laba bersih atau Rp 648 miliar.

Sehingga, dividen yang diterima para pemegang saham menjadi Rp 336 per saham ditambah dengan dividen interim yang dibagikan Oktober tahun lalu Rp 112 per saham.

“Kami membagikan dividen sebesar 45 persen dari laba bersih. Sisa laba bakal dijadikan laba ditahan,” ujarnya, Senin (15/4).

Perseroan saat ini mengelola 285.024 hektar kebun sawit yang tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Dari luasan tersebut, Astra Agro mengelola 218,409 hektar kebun inti 66.615 hektar kebun plasma. Selain mengelola inti dan plasma, Astra Agro juga mengelola kebun kemitraan.

Pada tahun 2018, Astra Agro memproduksi TBS sebesar 5,7 juta ton atau naik sebesar 10,2 persen dibandingkan tahun 2017. Produksi CPO Astra Agro tahun 2018 meningkat sebesar 18,5 persen dibandingkan tahun 2017.

Tercatat, Astra Agro memproduksi CPO sebesar 1,9 juta ton pada tahun 2018 sedangkan pada tahun 2017 Astra Agro memproduksi 1,6 juta ton. Produksi kernel juga mengalami peningkatan yakni sebesar 18 persen dibandingkan tahun 2017. Pada tahun 2018, produksi kernel sebesar 420.900 ton sedangkan pada tahun sebelumnya produksi kernel sebesar 356.600 ton.

Pada sektor hilir, Astra Agro memproduksi 327.600 ton Olein pada tahun 2018 atau meningkat 16,1 persen dari tahun 2017 yakni sebesar 282.200 ton. Palm Kernel Oil mengalami penurunan sebesar 38,2 persen dari tahun 2017.

Selain itu, trading CPO juga memberikan prestasi yang menggembirakan yaitu naik sekitar empat kali lipat sekitar 83.000 ton di tahun 2017 menjadi 375.000 ton ditahun 2018.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Romys Binekasri