alexametrics

Kualitas Hidup Orang Indonesia Meningkat Dalam 8 Tahun Terakhir

15 April 2019, 16:12:22 WIB

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selama peiode 2010-2018. Data BPS menunjukkan adanya peningkatan IPM. Itu artinya, terjadi peningkatan pada kualitas hidup orang Indonesia.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, statistik IPM merupakan hal penting untuk mengukur seberapa jauh program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah bisa memberi dampak pada kualitas hidup manusianya.

Pencapaian pembangunan manusia dapat diukur dengan memperhatikan tiga aspek esensial, yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak. Sedangkan untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, ada dua aspek yang diperhatikan, yakni kecepatan dan status pencapaian.

“Secara umum, pembangunan manusia Indonesia terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2018. IPM Indonesia meningkat dari 66,53 pada tahun 2010 menjadi 71,39 pada tahun 2018. Selama periode tersebut, IPM Indonesia rata-rata tumbuh sebesar 0,88 persen per tahun dan meningkat dari level sedang menjadi tinggi mulai tahun 2016. Pada periode 2017-2018, IPM Indonesia tumbuh 0,82 persen,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (15/4).

Lebih lanjut Suhariyanto mengatakan, jika dirinci dalam tiga aspek esensialnya, umur harapan hidup (UHH) saat lahir yang merepresentasikan dimensi umur panjang dan hidup sehat terus meningkat.

Selama periode 2010 hingga 2018, Indonesia berhasil meningkatkan UHH saat lahir sebesar 1,39 tahun atau tumbuh sebesar 0,25 persen. “Pada tahun 2010, UHH saat lahir di Indonesia hanya sebesar 69,81 tahun dan pada 2018 naik menjadi 71,20 tahun,” ungkapnya.

Dari aspek pengetahuan, ada dua indikator, yaitu harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah penduduk usia 25 tahun ke atas. Selama periode 2010-2018, harapan lama sekolah di Indonesia telah meningkat sebesar 1,62 tahun, sementara itu rata-rata lama sekolah bertambah 0,71 persen.

Terakhir, dari dimensi standar hidup layak yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita. Pada 2018, pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia mencapai Rp 11,06 juta per tahun.

“Selama delapan tahun terakhir, pengeluaran per kapita masyarakat meningkat sebesar 2 persen per tahun,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Hana Adi



Close Ads