alexametrics

Daya Beli Pasar RI di Bawah Rp 300 Juta, EV Diharapkan Lebih Murah

15 Maret 2022, 16:30:39 WIB

JawaPos.com – Pengembangan dan tren kendaraan listrik di Indonesia memang boleh dibilang masih melempem. Tidak seperti di negara luar yang sudah lebih dulu banyak mengadopsi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk mobilitas warganya, hal tersebut masih sulit dilakukan di Tanah Air.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui bahwa selain tersandung pandemi, pengembangan industri dan adopsi EV oleh masyarakat Indonesia juga masih memiliki sejumlah tantangan. Salah satu yang paling bisa dirasakan adalah masih mahalnya harga kendaraan listrik khususnya untuk mobil dan ketersediaan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU.

Kendati demikian, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Taufiek Bawazier menegaskan, Indonesia optimistis dalam pengembangan dan adopsi kendaraan listrik lantaran sudah memiliki roadmap atau peta jalan terkait EV. “Kita optimistis. Karena sudah ada (roadmap terkait kendaraan listrik) untuk adopsi EV mencapai 30 persen (dari masyarakat Indonesia). Artinya indonesia sudah ke arah situ,” ujar Taufiek di sela-sela acara Gaikindo Jakarta Auto Week di Jakarta, Selasa (15/3).

Dirinya melanjutkan, pemerintah juga optimistis bahwa sampai dengan tahun 2030, akan ada lebih dari dua juta kendaraan listrik sebagai piranti mobilitas masyarakat. “Kami semakin optimistis ketika baterainya sudah ada di Indonesia, karena harga masih mahal, itu yang perlu kita turunkan. Masyarakat Indonesia kan (pasar) harganya Rp 300 juta ke bawah,” lanjut Taufiek.

Sebelumnya, Kemenperin meyakini kalau penggunaan kendaraan listrik sudah meluas di masyarakat, konsumsi BBM pun bakal menyusut. Dilaporkan bahwa setiap satu juta mobil listrik yang mengaspal di Indonesia mampu menghemat USD 100 juta impor minyak.

Selain itu, optimisme pemerintah terkait industri dan adopsi EV yang akan terus meningkat juga didasari pada potensi dalam negeri sebagai konsumen EV dan produsen sama-sama besar. Hal ini juga dikuatkan dengan jumlah penduduk yang besar dan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk merakit kendaraan listrik memang tersedia.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Rian Alfianto

Saksikan video menarik berikut ini: