alexametrics

Garuda Mulai Kemarin Turunkan Harga Tiket 20 Persen, Lion Air?

15 Februari 2019, 09:33:12 WIB

JawaPos.com – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons dari maskapai penerbangan. Mulai kemarin (14/2), Garuda Indonesia Group menurunkan harga tiket 20 persen.

Perubahan harga berlaku untuk seluruh rute Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, serta Sriwijaya Air-NAM Air Group. Penurunan tarif itu merupakan tindak lanjut dari inisiasi awal Indonesia National Air Carrier Association (INACA). Sebelumnya, perubahan tarif baru berlaku di beberapa rute penerbangan Garuda.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menuturkan, keputusan tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat dan sejumlah asosiasi industri nasional yang berkembang selama ini. Juga, upaya mendukung peningkatan sektor perekonomian nasional.

Garuda Mulai Kemarin Turunkan Harga Tiket 20 Persen, Lion Air?
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Issak Ramdhani/JawaPos.com)

“Khususnya untuk menunjang pertumbuhan sektor pariwisata, UMKM, hingga industri nasional lainnya mengingat layanan transportasi udara memegang peran penting dalam menunjang pertumbuhan perekonomian,” katanya kemarin.

Pria yang biasa disapa Ari Askhara itu berharap penurunan harga tiket tersebut bisa mengerek jumlah penumpang. “Kami selalu mencari keseimbangan sehingga jumlah pendapatan menjadi equal,” imbuhnya.

Pada Januari yang termasuk low season, jumlah penumpang Garuda Indonesia turun 20 hingga 30 persen. “Tetapi, dibandingkan dengan Januari tahun lalu, flat (jumlah penumpang, Red),” ungkapnya.

Ari memastikan penurunan harga tiket pesawat sejalan dengan sinergi intensif dari seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya, memastikan akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara tetap terjaga. Di sisi lain, sektor penunjang layanan dan tata kelola industri penerbangan juga tetap terjaga baik. Baik dari aspek aksesibilitas masyarakat terhadap layanan transportasi udara maupun business sustainability maskapai penerbangan di Indonesia.

“Akses masyarakat terhadap layanan transportasi udara semakin terbuka luas,” katanya. Garuda Indonesia Group pun bisa memberikan pelayanan penerbangan berkualitas dengan tarif tiket kompetitif.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi keputusan Garuda dan berharap hal itu diikuti maskapai penerbangan lainnya. “Itu sudah disepakati oleh INACA untuk memberikan satu harga yang terjangkau untuk masyarakat,” ujarnya kemarin.

Menurut Budi, mengingat Garuda Indonesia Group merupakan market leader, semestinya penurunan harga itu diikuti oleh maskapai lainnya.

Jawa Pos sudah menghubungi pihak Lion Air Group untuk menanyakan apakah perusahaan tersebut berencana menurunkan harga tiket. Namun, Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro tidak memberikan respons. Di luar harga tiket, sebelumnya Lion menetapkan biaya bagasi.

Harga Avtur

Terkait avtur yang dinilai menjadi pemicu mahalnya harga tiket pesawat, Budi mengatakan bahwa persoalan tersebut tengah dicarikan solusi. Pemerintah akan melakukan dialog dengan korporasi terkait penentuan harga avtur.

“Kemarin (Rabu, Red) memang ada diskusi tentang avtur, sudah dibahas, dan diharapkan harga avtur turun. Kalaupun Garuda menurunkan harga, ya harga avtur diharapkan turun. Jangan terlalu tinggi,” katanya.

Menurut Budi, semestinya ada formula penentuan harga avtur. “Harga yang diberikan ke masyarakat harus bersahabat, tapi juga tidak merugikan Pertamina,” lanjutnya.

Sebelumnya, Pertamina dituding memonopoli harga avtur lantaran menjadi satu-satunya pemasok bahan bakar angkutan udara tersebut. Nah, salah satu yang siap meramaikan bisnis avtur di Indonesia adalah PT AKR Corporindo Tbk yang telah membentuk perusahaan patungan dengan British Petroleum, raksasa migas asal Inggris. Perusahaan tersebut akan menggarap penjualan avtur di Indonesia.

Dengan demikian, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan migas yang menjual avtur di tanah air. “AKR sudah menandatangani joint venture dengan BP. Saat ini sedang tahap persiapan,” kata President Director PT AKR Corporindo Haryanto Adikoesomo.

Sementara itu, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, penetapan formula harga avtur masih terkendala izin dari PT Angkasa Pura. “Soalnya, dia yang memiliki bandara, lokasinya di bandara. Jadi, harus ada izin dari pihak bandaranya. Permennya sudah kami buat, tapi izin dari bandaranya belum,” jelasnya. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (vir/lyn/c6/fal)



Close Ads
Garuda Mulai Kemarin Turunkan Harga Tiket 20 Persen, Lion Air?