alexametrics

Manulife Dorong Penggunaan Teknologi MiLearn

15 Januari 2020, 12:55:04 WIB

JawaPos.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mencatat, setiap tahun pengguna internet di Indonesia tumbuh 10,2 persen atau 27 juta jiwa. Hingga Juni 2019 tercatat sudah 171 juta jiwa pengguna internet di Indonesia. Sedangkan, “Digital Around The World 2019″ mengungkapkan, dari total 268,2 juta penduduk Indonesia, 150 juta di antaranya telah menggunakan media sosial. Artinya, penetrasi internet sudah 56 persen.

Fakta ini menunjukkan, kecepatan dan kebebasan mengakses informasi di mana dan kapan saja sudah menjadi kebutuhan mendasar. Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat mengubah tatanan kehidupan manusia dalam berbagai aspek. Termasuk bagi mereka yang bergerak dalam industri asuransi. Saat ini menjadi agen asuransi tidak hanya dituntut mampu menjual produk asuransi saja, tetapi juga harus piawai dan bergaul erat dengan dunia digital.

Karena itulah, penggunaan gagdet untuk menunjang operasional perusahaan mutlak diperlukan. Awal tahun ini Manulife Indonesia meluncurkan aplikasi MiLearn yang merupakan aplikasi pelatihan digital yang sangat berguna untuk tenaga pemasar baik agen maupun financial specialist. Mereka dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dengan mengakses aplikasi itu setiap saat, melalui gadget.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, kehadiran MiLearn diharapkan dapat memudahkan tenaga pemasar menjalankan peran mereka memberi solusi perencanaan keuangan profesional dan berkualitas kepada seluruh nasabah.”Ini suatu terobosan dari sisi teknologi yang sangat penting,” ujarnya.

Director and Chief Operating Officer Manulife Indonesia Hans De Waal mengatakan, aplikasi MiLearn ini merupakan alat untuk membantu para agen dalam melayani nasabah. Dikatakan, saat ini Manulife Indonesia memiliki 2,5 juta nasabah dan 7.000 agen di seluruh Indonesia.

Materi dalam aplikasi MiLearn ini lebih detail dan komplit. Harapannya, para agen bisa mendapatkan apa yang dibutuhkannya dengan lebih baik sehingga mereka juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi nasabah.

“Kami fokuskan semua layanan ini menjadi satu kesatuan yang menyeluruh yakni melakukan inovasi layanan maupun membekali para tenaga pemasar dan karyawan, sehingga tujuan perusahaan untuk terus memprioritaskan kebutuhan nasabah dapat terus terlaksana,” kata dia.

Menurut Hans, bukti Manulife Indonesia fokus pada nasabah juga terlihat dari jumlah klaim yang dibayar. Berdasarkan data per November 2019, Manulife Indonesia telah membayarkan klaim sebesar Rp 5,3 triliun (un-audited) atau setara dengan Rp 15 miliar per hari atau Rp 608 juta per jam kepada nasabah.

Manfaat aplikasi MiLearn sangat dirasakan para agen Manulife. “Saya semakin percaya diri setelah menggunakan MiLearn,” ujar Goppy Hutasoit. Ia mengakui, aplikasi MiLearn sangat membantu pekerjaannya. Lewat aplikasi MiLearn, ia bisa belajar kapan saja dan di mana saja. Dia dapat mengikuti semua materi pelatihan dan mengulanginya kembali jika diperlukan tanpa harus bertatap muka dengan trainer di ruang kelas.

Hal senada disampaikan oleh Fenny Nurhayati. Wanita yang sudah delapan tahun menjadi agen Manulife Indonesia tersebut mengakui, kehadiran aplikasi MiLearn sangat membantu aktivitasnya sebagai tenaga pemasar Manulife di daerah. “Di mana pun saya bisa belajar dan tidak terikat waktu lagi seperti training zaman dulu,” tuturnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : Agus Wirawan


Close Ads