JawaPos Radar | Iklan Jitu

Harga Telur Naik Drastis, Menko Darmin Janjikan Tekan Harga Jagung

14 Desember 2018, 08:26:19 WIB
Harga Telur Naik Drastis, Menko Darmin Janjikan Tekan Harga Jagung
Menko Perekonomian Darmin Nasution bersama Gubernur Jawa Timur Soekarwo meninjau peternakan ayam petelur di Blitar, Kamis (13/12) (Dok. JAWAPOS.COM)
Share this

JawaPos.com - Minimnya pasokan jagung telah menyebabkan peternak ayam petelur kesulitan memenuhi kebutuhan pakan ternaknya. Kalaupun ada, harganya sudah sangat tinggi sehingga menekan margin yang diperoleh peternak.

"Harga jagung dalam kondisi normal sekitar Rp 4.000 per kilogram. Sekarang ini naik di kisaran Rp 5.700 sampai Rp 6.000 per kilogram," ujar Hidayatur Rahman, peternak ayam petelur asal Blitar, Kamis (14/12).

Diungkapkan, naiknya harga jagung telah menyebabkan peternak terpukul, dan tidak sedikit yang gulung tikar akibat tak mampu menutupi kerugian.

Harga Telur Naik Drastis, Menko Darmin Janjikan Tekan Harga Jagung
Ilustrasi peternak ayam petelur (DOK.JAWAPOS.COM)

Ia berharap Pemerintah bisa membantu ketersediaan pasokan jagung yang menjadi komponen utama peternak ayam petelur dalam menyediakan pakan.

"Pakan itu memberi kontribusi sampai 80 persen biaya produksi peternakan. Dan jagung berkontribusi 50 persen untuk bahan baku pakan," imbuhnya.

Menjawab pertanyaan dari sejumlah peternak di Blitar dalam acara dialog terbuka, Menko Perekonomian menjanjikan akan segera menggelontor pasar dengan pasokan jagung impor.

"Pemerintah telah membuka impor 100 ribu ton jagung untuk memenuhi naiknya permintaan jagung di dalam negeri. Kapalnya sudah masuk dengan membawa sekitar 60 ribu ton jagung yanng masuk pelabuhan dalam beberapa tahap," katanya.

Dengan kebijakan impor jagung itu, Darmin optimistis pasokan jagung akan memenuhi kebutuhan di dalam negeri sehingga harga pakan ternak akan turun," katanya.

Menurutnya, kebutuhan jagung bukan saja cukup sampai akhir tahun bila sudah masuk ke dalam negeri, tetapi juga akan cukup hingga Februari 2019.

"Periode itu cukup jadi perhatian, karena pasokan jagung dari hasil panen petani mulai memenuhi kebutuhan lokal pada April 2019," pungkas Darmin.

Editor           : Mohamad Nur Asikin
Reporter      : (ask/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini