JawaPos Radar

Ketidakpastiaan Pekerjaan Buat Kaum Milenial Enggan Miliki Hunian

14/08/2017, 16:04 WIB | Editor: Mochamad Nur
Ketidakpastiaan Pekerjaan Buat Kaum Milenial Enggan Miliki Hunian
Ilustrasi (Hana Adi Perdana/JPC)
Share this image

Jawapos.com - Trend sektor properti masih belum bergerak ke arah positif. Data Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial hanya tumbuh 3,61 persen secara quarter-to-quarter (qtq). Artinya, pertumbuhan itu melambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 4,02 persen.

Bahkan, ketimbang pertumbuhan penjualan perumahan pada kuartal I 2017, angkanya juga melambat. Alasannya, pada kuartal I, masih terdapat pertumbuhan 4,16 persen.

Meski penjualan rumah melambat, harga rumah terus meningkat. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, terdapat kenaikan indeks harga 3,17 persen. Kenaikan harga rumah paling tinggi berada di segmen rumah tipe kecil, yakni 2,61 persen.

Kondisi tersebut disinyalir menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat terhadap properti. Bahkan, kaum milenial atau generasi muda, disebut mulai enggan memiliki hunian karena kondisi tersebut.

Pengamat Ekonomi, Ari Kuncoro menilai, ada faktor lain yang mempengaruhi kaum milenial untuk enggan memiliki rumah hingaa saat ini. Faktor tersebut adalah perihal kepastian kerja.

Mereka enggan membeli rumah karena tidak mendapatkan kepastiaan masa depannya. Kaum milenial khawatir mereka tidak dapat membayar kredit atas hunian yang telah mereka beli apabila mereka terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Jadi hanya bila dia benar-benar punya uang, dan dia merasa pasti bahwa dia akan tetap bekerja, dan nggak di PHK maka dia akan beli. Jadi sekarang ada ketidakpastiaan di kelas menengah khususnya kaum milenial," ujarnya kepada Jawapos.com saat ditemui di Jakarta, Senin (14/8).

Selain itu, muncul juga kekhawatiran mereka atas sejumlah kebijakan pemerintah. Salah satunya adalah kebijakan yang memperbolehkan Direktorat Jenderal Pajak mengintip rekening nasabah.

Hal itu membuat para kaum milenial kerap khawatir aktifitas keuangannya akan mendapat ancaman.

"Itu adalah kalau perekonomian itu pesimis, itu kalau rekening di intip, kartu kredit diintip, pokoknya yang negatif lah, itu kaum kelas menengah jadi pesimis. Maka yang ditunda adalah beli apartemen," pungkasnya.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up