alexametrics

Ojol Dilarang Gunakan Kantong Plastik, Apa Kata Gojek?

14 Juli 2019, 22:11:43 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Kota Balikpapan membuat terobosan menarik untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang masih menjadi persoalan dan belum kunjung usai. Belakangan ini, pemkot menyerukan untuk melarang para pengemudi ojek online (ojol) menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan kepada pelanggan. Sebagai ganti, para driver harus membawa tas purun saat mengantar makanan.

Menanggapi seruan tersebut, VP Corporate Affairs Food PT Go-jek Indonesia, Rosel Lavina mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji peraturan yang telah diberlakukan Pemkot Balikpapan untuk mengurangi sampah plastik. Menurut Rosel, seruan tersebut sejatinya telah sejalan dengan apa yang menjadi visi perseroan.

“Kami siap mempelajari, hal ini sejalan dengan nilai dan tujuan kami sebagai platform layanan pesan-antar makanan yang menimbulkan dampak sosial, termasuk terhadap lingkungan,” kata Rosel kepada JawaPos.com, Minggu (14/7).

Terlebih di Balikpapan, kata Rosel, perseroan telah menyediakan opsi di aplikasi agar pelanggan dapat memilih untuk tidak memesan alat makan sekali pakai. Hal tersebut berlaku untuk pemesanan makanan di aplikasi GO-FOOD pada merchant di GO-FOOD Festival, Mal Balikpapan Baru. “Para merchant dan pelanggan pun telah menyambut baik inisiatif ini,” katanya.

Di sisi lain, pihaknya meminta program pemerintah dan Go-Food untuk mengurangi sampah plastik, khususnya di Balikpapan, harus memerlukan kolaborasi dari semua pihak. Tak terkecuali mitra merchant, mitra driver, serta pelanggan setia dari Go-Food.

“Kami berharap dapat terus mengambil peranan aktif secara bersama-sama dengan sebut Rosel.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Suryanto menyampaikan, pihaknya tengah memikirkan terobosan baru untuk mengurangi jumlah kantong plastik. Salah satunya, melarang driver ojek online (ojol) menggunakan kantong plastik ketika mengantarkan makanan kepada konsumen.

“Di Banjarmasin sudah diterapkan seperti itu. Nah, ini di Balikpapan mau kami coba juga,” ujarnya dikutip dari Balikpapan Pos (Jawa Pos Group), Minggu (14/7).

Suryanto mengatakan, pihaknya tengah memikirkan cara untuk menerapkan aturan itu. Di Banjarmasin, para driver diminta membawa tas purun saat mengantarkan makanan.

“Nah, mungkin di Balikpapan akan kami pikirkan agar Go-Food sekarang ini menyediakan tas khusus. Sehingga nanti makanan itu ditaruh di situ, baru nanti diserahkan ke konsumennya tanpa plastik. Kami akan ikut kebijakan itu. Di Banjarmasin sudah, nah Balikpapan ini lagi kami pikirkan,” tutupnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads