Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Juni 2020 | 00.49 WIB

Mal Buka Lagi Senin, Apa Saja yang Berubah karena Covid-19?

Pengaturan searah pada koridor-koridor, sehingga pengunjung yang lalu lalang di dalam mal tidak saling berpapasan, Gandaria Mall, Jakarta Selatan, Minggu (14/6). (Romys Binekasri/JawaPos.com) - Image

Pengaturan searah pada koridor-koridor, sehingga pengunjung yang lalu lalang di dalam mal tidak saling berpapasan, Gandaria Mall, Jakarta Selatan, Minggu (14/6). (Romys Binekasri/JawaPos.com)

JawaPos.com - Operasional pusat perbelanjaan atau mal mulai dibuka kembali besok, Senin (15/6), setelah pembatasan berbagai aktivitas ekonomi untuk beberapa pekan, imbas wabah Covid-19. Saat ini, sejumlah mal sedang melakukan berbagai persiapan.

Persiapan yang dilakukan antara lain pengaturan pengunjung mulai di pintu masuk hingga pengaturan di dalam toko. Di Gandaria Mall Jakarta Selatan, misalnya, pengunjung yang akan masuk dicek terlebih dahulu suhu tubuhnya.

Selain itu, diterapkan jaga jarak antrean sekitar 1 hingga 1,5 meter. Ada pengaturan searah pada koridor-koridor, sehingga pengunjung yang lalu lalang di dalam mal tidak saling berpapasan.

Ada pembatasan atau penjarakan pengunjung yang menggunakan tangga berjalan atau ekskalator. Jaraknya yaitu minimal tiga anak tangga.

Photo

Penjarakan di ekskalator pusat perbelanjaan minimal tiga anak tangga. (Romys Binekasri/JawaPos.com)

"Di dalam lift juga jadi cuma empat orang, enggak boleh kebanyakan," kata salah seorang petugas keamanan kepada JawaPos.com, Minggu (14/6).

Gerai-gerai yang ada di dalam mal juga menerapkan sejumlah pembatasan, guna mencegah potensi penyebaran Covid-19. Ini termasuk gerai makanan dan minuman yang mengatur jarak antarmeja untuk makan di tempat.

Photo

Salah satu gerai makanan-minuman di Gandaria Mal, Jakarta Selatan mengatur penjarakan meja untuk makan di tempat, Minggu (14/6). (Romys Binekasri/JawaPos.com)

Salah seorang karyawan di gerai toko mengaku, dia dan teman-temannya diwajibkan mengenakan face shield (pelindung wajah) saat bekerja. Ini dimaksudkan untuk mencegah kontak langsung dengan pelanggan.

Para karyawan juga diminta untuk meningkatkan kebersihan areal toko. "Ini untuk persiapan besok. Semua karyawan toko harus pakai. Pengunjung juga dibatasi hanya 11 orang saja," ujar salah satu karyawan Mango kepada JawaPos.com.

Photo

Pengumuman terkait protokol kesehatan pengunjung mal. (Romys Binekasri/JawaPos.com)

Sementara itu, masyarakat sebagai pengunjung punya pendapat beragam atas dibukanya kembali pusat perbelanjaan di tengah masa PSBB transisi. Delino Filirani misalnya, mengaku sangat antusias menunggu mal kembali buka.

"Alasannya karena sudah terlalu bosen atau jenuh selama di rumah aja. Kangen makan di mal, kangen bau-bau AC mal," ujarnya.

Berbeda dari Delino, Indah Puspa Karina mengaku masih ragu untuk mengunjungi pusat perbelanjaan jika tidak mendesak. Saat dijumpai JawaPos.com, Indah mengatakan, terpaksa keluar rumah dan pergi ke mal karena mencari satu barang yang hanya ditemukan di mal tersebut.

Takut tertular Covid-19 di areal publik menjadi alasan dirinya enggan ke mal meskipun telah kembali beroperasi. "Soalnya kondisinya belum betul-betul aman. Lagi juga angka penularan kasus Covid-19 di Jakarta kan juga masih tinggi. Kita enggak tahu kondisi orang-orang di mal itu kaya gimana, apalagi banyak juga kasus OTG (Orang Tanpa Gejala)," katanya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore