alexametrics

Perluas Pasar Ekspor, Indonesia Bidik Negara-negara Amerika Selatan

14 Mei 2019, 08:37:11 WIB

JawaPos.com – Indonesia terus memperluas pasar ekspornya dengan menjalin kerja sama dengan sejumlah negara potensial untuk ekspor produk-produk Indonesia. Setelah memperluas pasar di kawasan Afrika, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan kunjungan ke Argentina dan Chili untuk mencobanya mengembangkan kerja sama perdagangan dengan kedua negara di belahan Amerika Selatan ini.

Perluasan pasar ekspor merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membuka dan memperluas peluang pasar produk-produk Indonesia ke pasar nontradisional. Di Buenos Aires, Argentina, mendag akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Kepercayaan Argentina, Jorge Marcelo Faurie, serta sejumlah pertemuan dengan Asosiasi dan pelaku usaha di Argentina.

“Neraca perdagangan Indonesia-Argentina saat ini mencapai USD2 miliar, namun masih defisit bagi Indonesia. Pertemuan nantinya dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja ekspor Indonesia terhadap Argentina,” kata Menteri Enggar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/5).

Kunjungan kerja ke Argentina ini juga merupakan tindak lanjut kunjungan resmi Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti ke Indonesia yang diterima Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla baru-baru ini. Pertemuan Wapres kedua negara tersebut membahas upaya peningkatan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi.

Selain ke Argentina, Mendag akan bertolak ke Cile untuk hadir pada pertemuan Menteri-Menteri Bidang Ekonomi kawasan Asia Pasifik (APEC Minister’s Responsible for Trade (MRT) di Vina Del Mar. Kunjungan ke Chili sekaligus untuk menindaklanjuti implementasi kesepakatan kerja sama ekonomi komprehensif Indonesia-Chili (Indonesia-Chili Comprehensive Economic Partnership Agreement/IC-CEPA). Enggar pun akan memimpin misi dagang Indonesia pada forum bisnis di Santiago.

“Kita ingin memperkuat kolaborasi dengan Chili agar kedua negara dapat memanfaatkan IC-CEPA dengan maksimal,” imbuh Enggar.

Neraca perdagangan Indonesia -Chili pada kuartal pertama 2019 sendiri mengalami perbaikan setelah sebelumnya tren perdagangan kedua negara mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Total nilai perdagangan kedua negara pada Januari-Februari 2019 mencapai USD 36,6 juta. Nilai ini meningkat 31% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kunjungan mendag ke Argentina dan Chili untuk memperluas akses pasar di Amerika Latin diyakini akan memberikan kesempatan perluasan pasar ekspor produk Indonesia ke negara-negara Amerika Latin.

Ekonom Universitas Brawijaya, Candra Fajri Ananda menilai terobosan membuka pasar baru bisa menjawab kebosanan dari terlalu klasiknya pasar ekspor Indonesia selama ini. Lebih daripada itu, kerja sama dengan negara-negara Amerika Latin pun dapat memperkuat national branding Indonesia sehingga mampu lebih memiliki dukungan di tingkat global.

“Selama ini kan pasar Indonesia itu terlalu klasik, seperti Amerika, China. Perluasan pasar itu perlu,” ujarnya.

Tidak hanya terkait perdagangan, secara khusus ia menyoroti keuntungan Indonesia dalam meningkatkan national branding-nya melalui kerja sama semacam ini. Apalagi mengingat negara-negara yang tergabung di Amerika Latin cukup banyak.

Namun, katanya, perluasan pasar ke Amerika Selatan untuk memutar balik kondisi defisit perdagangan tidaklah cukup. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi di negara-negara tersebut tidaklah terlalu besar. Ditambah lagi jarak yang jauh membuat pasar semacam Argentina, Chili, dan Meksiko menjadi kurang menarik bagi para pengusaha.

Candra berpandangan, pasar yang cukup potensial untuk bisa berkontribusi besar dalam perdagangan luar negeri Indonesia adalah kawasan Timur Tengah dan Afrika Barat.  “Untuk alasan ekonomi, Timur Tengah bagus. Lalu Afrika Barat juga,” pungkasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin