JawaPos Radar

Merek Sepatu Asal Inggris Tutup Toko, Ini Respons Pemerintah

14/02/2018, 15:45 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Merek Sepatu Asal Inggris Tutup Toko, Ini Respons Pemerintah
Toko Clarks (clarksjobs.com)
Share this image

JawaPos.com - Di 2017, toko-toko ritel banyak gulung tikar dalam persaingan dunia usaha di tanah air. Fenomena itu pun berlanjut di awal 2018 ini, gerai sepatu asal Inggris, Clark juga harus gulung tikar awal Februari lalu.

Kondisi itu pun dianggap tidak sejalan dengan klaim pemerintah yang menyebut jika perekonomian dalam negeri tengah membaik. Namun, masih ada lagi toko ritel lain yang gugur menyusul mereka yang mendahului.

Merespons hal itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyebut kondisi tersebut tak lepas dari peran digitalisasi.

"Iya, tapi kan kita juga harus perhatikan pengaruh dari digitalisasi. Itu sesuatu yang tidak bisa dihindari lagi," ujarnya di Jakarta, Rabu (14/2).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi Indonesia saja. Namun juga terjadi di belahan dunia mana pun, termasuk Amerika Serikat.

"Di seluruh dunia juga, apalagi di Amerika Serikat yang gede-gede saja tutup," tambahnya.

Di samping itu, mantan Menteri Keuangan ini menyebut para toko retail itu kurang bisa beradaptasi pada perubahan zaman. Padahal, jika para pelaku usaha mampu menyesuaikan zaman dan diterapkan pada bisnis, dirinya optimistis toko retail akan tetap mampu bertahan.

"Kita bukan mau membela diri tapi memang yang pelaku ekonomi yang bisa survive adalah pelaku ekonomi yang adaptif. Dia bisa cepat membuat skema offline dan online," pungkasnya.

(ce1/hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up