alexametrics

Kalah Daya Saing, Filipina Berlakukan Safeguard Otomotif

14 Januari 2021, 17:37:56 WIB

JawaPos.com – Ekspor otomotif Indonesia dihadapkan pada tantangan baru. Mulai tahun ini, Filipina memberlakukan bea masuk tindakan pengamanan sementara (BMTPs) atau safeguard measures. Kebijakan itu akan memengaruhi kinerja ekspor otomotif Indonesia ke salah satu negara tujuan utama tersebut.

Manila Bulletin melaporkan bahwa BMTPs itu diterapkan pada mobil penumpang impor dan kendaraan komersial ringan (LCV). Kebijakan itu bertujuan melindungi industri manufaktur Filipina dari gempuran produk impor. Selain Indonesia, negara lain yang menjadi sasaran kebijakan itu adalah Thailand.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menanggapi kebijakan Filipina itu dengan positif. “Penerapan safeguard tersebut menunjukkan bahwa industri otomotif Indonesia ada di atas Filipina,” katanya Rabu (13/1).

Karena daya saing otomotif Indonesia sangat bagus di sana, pemerintah Filipina merasa perlu memberlakukan BMTPs. Kebijakan itu dipublikasikan pada 5 Januari 2021.

Tarif itu berlaku selama 200 hari sejak Komisaris Bea Cukai Filipina menerbitkannya. Perkembangan otomotif Indonesia, menurut Agus, menunjukkan tren yang menggembirakan.

“Dalam catatan saya, setidaknya akan masuk investasi senilai lebih dari Rp 30 triliun ke Indonesia untuk sektor otomotif.”

Kendati demikian, seharusnya Filipina bisa membuktikan bahwa memang terjadi tekanan pada industri otomotif mereka akibat impor produk sejenis dari Indonesia. “Ini karena penerapan safeguard memiliki konsekuensi di WTO,” urai Agus.

Dia juga menyatakan bahwa industri otomotif memiliki global value chain yang tinggi. Dengan demikian, perbedaan harga antarnegara relatif rendah. Kesepakatan itu menguntungkan Indonesia yang kini mampu mengekspor produk otomotif ke lebih dari 80 negara. Volume rata-ratanya 200.000 unit per tahun.

Kebijakan safeguard biasanya diterapkan suatu negara untuk memulihkan kerugian serius atau mencegah ancaman kerugian akibat lonjakan impor. “Pemerintah akan all-out membebaskan ekspor mobil Indonesia dari safeguard,” ujar Direktur Pengamanan Perdagangan Kementerian Perdagangan (Kemendag) Pradnyawati.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi menyatakan bahwa kebijakan Filipina itu memengaruhi ekspor otomotif. “Dia (Filipina, Red) mencoba menerapkan aturan baru yang intinya sedikit memberatkan untuk ekspor mobil ke Filipina,” ujar Nangoi.

KOMPARASI KINERJA OTOMOTIF TAHUNAN

Indonesia | Filipina

Produksi | 1.286.848 | 95.094

Penjualan | 1.030.126 | 369.941

TREN EKSPOR CBU INDONESIA

Tahun | Volume

2017 | 231.169

2018 | 264.553

2019 | 332.023

2020 | 206.685*

*) Data sampai November 2020

Sumber: Kemenperin, Gaikindo

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/c12/hep)


Close Ads