alexametrics

Tekan Impor, Pemerintah Pacu Akselerasi Pembangunan Industri Nasional

14 Januari 2018, 13:16:05 WIB

JawaPos.com – Kementerian Perindustrian mendorong percepatan pembangunan klaster industri baja di tiga wilayah, yaitu Cilegon, Banten, Batulicin, Kalimantan Selatan, dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Produksi dari kelompok manufaktur terpadu ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik dan melepas ketergantungan dari impor baja.

“Lewat pengembangan klaster-klaster ini, produk yang dihasilkan akan lebih berdaya saing serta memacu peningkatan kualitas produk sesuai permintaan konsumen saat ini,” kata Menteri Peridustrian Airlangga Hartarto dalam keteranganya di Jakarta, Sabtu (13/1).

Menperin menjelaskan, industri baja masuk kategori sektor induk karena produknya merupakan bahan baku utama yang diperlukan bagi kegiatan manufaktur di sektor industri lainnya.

Pemerintah kini membidik target produksi 10 juta ton baja pada tahun 2025 melalui pembangunan klaster industri baja di Cilegon, Banten.

Kemenperin telah meminta kepada produsen baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., Posco, Nippon Steel dan Osaka Steel berkolaborasi merealisasikan peta jalan pengembangan klater baja 10 juta ton tersebut.

Pembangunan klaster ini akan memberikan efek berantai berupa penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 45.000 orang dan tidak langsung mencapai 375.000 orang. Selanjutnya, pendapatan pajak sekitar USD 170 juta dan kontribusi terhadap PDB sebesar 0,38 persen.

“Dengan adanya klaster 10 juta ton yang nilai investasinya mencapai USD4 miliar ini, memberikan multiplier effect melalui penciptaan lapangan pekerjaan, pemenuhan bahan baku industri dalam negeri, dan memberikan manfaat terhadap perekonomian nasional khususnya Banten,” harap Airlangga.

Editor : Mochamad Nur

Reporter : (nas/JPC)

Tekan Impor, Pemerintah Pacu Akselerasi Pembangunan Industri Nasional