alexametrics

Setelah Diajak Bicara Erick Thohir, Ahok Bakal Pimpin BUMN

13 November 2019, 15:49:35 WIB

JawaPos.com – Menteri BUMN Erick Thohir merekrut mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk memimpin salah satu perusahaan milik pemerintah. Rabu pagi (13/11), pria yang akrab disapa Ahok itu mendatangi kantor Kementerian BUMN dan bertemu Erick Thohir.

Setelah bertemu Erick Thohir selama satu setengah jam, Ahok mengungkapkan bahwa dirinya diajak membicarakan soal perusahaan BUMN. “Intinya banyak bicara soal BUMN, saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu saja,” ujar Ahok sebagaimana dilansir Antara, Rabu (13/11).

Namun, eks bupati Belitung Timur itu belum membocorkan jabatan dan BUMN mana yang ditempati.

Sebagaimana diketahui, saat ini dirut empat BUMN masih lowong. Yaitu, Bank Mandiri, Bank BTN, Inalum, dan PT PLN (Persero). Posisi dirut Bank Mandiri kini kosong setelah ditinggal Kartika Wirjoatmodjo yang ditunjuk jadi Wakil Menteri BUMN.

Kemudian kursi Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin yang juga ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN. Kursi dirut Bank BTN yang ditinggal Maryono, dan Dirut PT PLN (Persero) Sofyan Basir yang dinonaktifkan terkait kasus proyek PLTU Riau-1.

Jika melihat dari latar belakang pendidikannya, Ahok adalah insinyiur pertambangan dari Fakultas Teknik Universitas Trisaksi, yang kemudian menyelesaikan pendidikan magister di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.

“Saya cuma diajak untuk masuk di salah satu BUMN. Kalau untuk bangsa dan negara saya pasti bersedia. Apa saja boleh, yang penting bisa bantu negara,” tegas Ahok.

Sementara itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kementerian BUMN sangat mengharapkan Ahok untuk bergabung dan memperkuat salah satu BUMN.  “Harapan kita memang Pak Ahok bisa membantu BUMN, diharapkan juga Ahok bergabung dan memperkuat salah satu BUMN kita,” ujar Arya Sinulingga di Jakarta, Rabu (13/11).

Arya Sinulingga tidak menjelaskan secara gamblang BUMN mana yang akan ditempati Ahok. “Yang pasti sektor yang membutuhkan perhatian besar dan menyangkut banyak orang,” ucapnya.

Lebih jauh Arya menuturkan, proses pengangkatan komisaris dan direksi BUMN harus melalui proses tim penilai akhir (TPA), sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

Pemerintah, lanjut dia, ingin mendorong pejabat BUMN dapat bekerja lebih profesional dan transparan sehingga TPA harus dijalankan. “Pasti ke TPA, semua proses yang ada di BUMN pasti dilalui,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Antara


Close Ads