JawaPos Radar | Iklan Jitu

Terkuak, Penyebab Tarif Pesawat Domestik Mahal Ketimbang Luar Negeri

13 Januari 2019, 10:57:04 WIB
Terkuak, Penyebab Tarif Pesawat Domestik Mahal Ketimbang Luar Negeri
Garuda Indonesa (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahalnya tiket harga penerbangan menjadi momok yang diperbincangkan saat ini. Masyarakat mempertanyakan alasan harga tiket pesawat domestik yang justru lebih mahal dibandingkan penerbangan ke luar negeri.

Sekretaris Umum Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Pemerbangan (Astindo) Pauline Suharno mengatakan, harga tiket pesawat bergantung dari besaran permintaan. Harga tiket akan mahal biasanya pada saat liburan atau menjelang hari raya.

Namun, pada kenyataannya, harga tiket pesawat saat ini masih mahal meskipun sudah melewati masa liburan. Menurut Pauline, tingginya harga tiket pesawat domestik saat ini disebabkan banyaknya permintaan dari partai politik untuk keperluan kampanye.

“Dengan adanya kampanye pilpres, banyak caleg pergi ke luar kota. Dengan adanya single class lebih tinggi, kerja lebih sedikit dengan penumpang lebih sedikit, kenapa enggak?” ujarnya kepada JawaPos, Minggu (13/1).

Sementara, banyaknya pilihan maskapai di seluruh dunia membuat harga tiket ke luar negeri lebih murah ketimbang dalam negeri. Mulai dari full service carrier (FSC) hingga low cost carrier (LCC) tujuan rute internasional menjadi Lebih murah.

“Ke Jepang pesawat pilihannya banyak. Akhirnya mereka kompetisi dari persaingan harga. Dari Garuda, Lion Air, Wings Air,” tukasnya.

Di samping itu, Pauline mengungkapkan, alasan maskapai memasang tarif juga mempertimbangkan dari sisi keuntungan. Seperti misalnya maskapai PT Garuda Indonesia Tbk yang mulai melakukan pembenahan dari sisi keuangannya. Sebab, selama ini maskapai pelat merah tersebut selalu merugi.

Sebagai informasi, tahun ini maskapai pelat merah tersebut berkeinginan untuk mencetak laba hingga Rp 1 triliun. Garuda masih menderita kerugian bersih USD 131,72 juta pada triwulan pertama 2018. Kerugian Garuda sudah berkurang dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD 207,49 juta.

“Kalau mereka merasa revenue baik, itu pilihan. Atau minimal bisa meminimalisasi kerugian, ya ini yang dipilih,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Pauline menegaskan, para maskapai tetap menaati peraturan terkait batas atas dan batas bawah. Sehingga, maskapai tidak sewenang-wenang dalam menentukan tarif tiket di pasaran.

“Kalau yang kita tahu dari Garuda memang diatur oleh menteri, enggak boleh seenaknya ngatur harga,” tegasnya.

Meskipun demikian, Pauline mengakui bahwa harga tiket penerbangan domestik yang jauh lebih mahal dibandingkan ke luar negeri kurang mendukung program kebijakan pemerintah di sektor pariwisata.

“Sebetulnya kurang (mendukung). Akhirnya kebijakan ini tidak mendukung industri pariwisata domestik. Teman-teman di Lombok juga banyak yang mengeluh harga tiket kemahalan,” pungkasnya.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : Romys Binekasri
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Tiket Pesawat Mahal, Jalur Laut Jadi Pilihan 13 Januari 2019, 10:57:04 WIB
Ini Cuma Dinamika Pasar 13 Januari 2019, 10:57:04 WIB
Tarif Bagasi Diyakini Berdampak Kepada UKM 13 Januari 2019, 10:57:04 WIB
Tarif Bagasi Dikhawatirkan Turunkan Wisatawan 13 Januari 2019, 10:57:04 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up