alexametrics

Dilema Maskapai Turunkan Tarif di Tengah Kerugian Kurs Dolar AS

13 Januari 2019, 19:20:23 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Air Carriers Association/INACA) mengaku pihak maskapai mengaku kesulitan keuangan. Alasannya, sejak 2016-2018 kurs rupiah telah melemah lebih dari 170 persen.

Ketua INACA Ari Ashkara menegaskan komponen biaya yang paling besar adalah bahan bakar yang menyumbang 40-45 persen dari biaya maskapai penerbangan. Sementara, 20 persen adalah leasing pesawat yang menggunakan kurs dolar. Sedangkan, untuk fasilitas terminal atau Airport sebesar 2-10 persen.

“Sementara harga bahan bakar sudah lebih dari 125 persen. Pegawai untuk 1-3 bulan sudah naik 350 persen. Kami tidak ada kenaikan harga sejak april 2016. Sedangkan, bahan bakar, kurs dolar, labor sudah naik di atas 100 persen,” ujar Ari di Restoran Batik Kuring Kawasan SCBD Jakarta, Minggu (13/1).

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin menegaskan, pihaknya akan membantu para maskapai untuk menurunkan komponen-komponen biaya tiket pesawat. Biaya tersebut adalah biaya yang dibebankan kepada maskapai dan biaya yang dibebankan kepada konsumen.

“Konsepnya nanti biayanya digabung dan ada presentase yang akan kita hitung dan nanti itu akan kita bisa kembalikan kepada maskapai, dan itu jadi komponen yang kemudian bisa menurunkan biaya produksi dari maskapai,” jelas Awaluddin.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Romys Binekasri

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Dilema Maskapai Turunkan Tarif di Tengah Kerugian Kurs Dolar AS