JawaPos Radar

Bos Pertamina Beberkan Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan RI

12/12/2017, 14:41 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Pertamina Energy Froum 2017
Pertamina Energy Froum 2017 (Sachril Agustin/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Elia Massa Manik mengaku pihaknya siap mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) di tanah air. Hal ini tercantum dalam misi perusahaan untuk menjadikan Pertamina sebagai perusahaan energi berkelas dunia pada 2025.

"Untuk itu, Pertamina berkomitmen mengembangkan potensi energi yang melimpah di alam Indonesia. Dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pemerintah menetapkan bauran EBT pada 2025 sebesar 23 persen," kata Elia Massa dalam Pertamina Energy Forum (PEF) 2017 di Jakarta, Selasa (12/12).

Dia menegaskan, pengembangan EBT harus sering dibahas dengan berbagai pihak untuk mendorong dan melakukan pemetaan keperluan beragam EBT yang bisa dikembangkan di Indonesia. Menurutnya, ada sejumlah upaya untuk mengembangkan EBT, salah satunya, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti dalam pengadaan sumber daya listrik.

Langkah ini akan meningkatkan akselerasi perkembangan teknologi demi tersedianya energi baru tersebut. Dalam target jangka menengah, pengembangan EBT Pertamina difokuskan pada geothermal, bioenergi, dan solar panel.

Geothermal menjadi salah satu potensi EBT yang dimanfaatkan untuk melakukan transisi energi. Hingga kini, Pertamina telah meraih peningkatan produksi geothermal sebesar 31 persen yakni 2.932 GWh. Pencapaian tersebut menjadi salah satu tolok ukur keseriusan Pertamina dalam pengembangan EBT yang ramah lingkungan.

Elia Massa melanjutkan, konsumsi biodiesel dalam negeri mencapai 2,7 miliar liter pada 2016. Pada 2020, diproyeksikan konsumsi biodiesel mencapai 3,9 miliar liter Biodiesel 30 (B30). Pertamina mengelola operasi pasokan Biodiesel di 60 terminal di seluruh Indonesia.

Tantangan akan muncul dalam implementasi mencapai standar Biodiesel 30 yang akan diterapkan pada tahun 2020. Dia menambahkan, pengembangan solar panel sudah mulai diterapkan Pertamina di wilayah operasi, kawasan perkantoran, Zona Ekonomi Khusus, dan industri.

"Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah juga diharapkan mampu menjaga industri energi ini berkembang pesat, sehingga perkembangan ekonomi serta kelestarian lingkungan dapat cepat tercapai," tegasnya.

(ce1/sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up