Pak Menteri, Moga-moga TPPI Bisa Tekan Dolar AS

12/11/2015, 09:11 WIB | Editor: idham
Kilang TPPI di Tuban Jawa Timur (dok.JPNN)
Share this image

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengaku gembira beroperasinya Kilang Trans Pacific Petroleum Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur akan menambah kapasitas produksi bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri.

Jika kilang telah berproduksi penuh, maka impor BBM akan berkurang 30%.

“Beroperasinya TPPI juga menyerap kondensat yang dihasilkan oleh lapangan-lapangan minyak di Indonesia. Hal ini mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah karena ada tambahan minyak mentah yang diolah di dalam negeri,” ujar Menteri ESDM Sudirman Said dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (11/11).

Secara makro, Kata Sudirman, penurunan impor BBM dan minyak mentah diolah sendiri berkontribusi pada penguatan nilai tukar rupiah. Maklum saja, rupiah sering tertekan terhadap dolar AS lantaran membayar impor BBM

"Kilang TPPI dibangun 1995 adalah salah  satu kilang terbaik di Indonesia saat ini, baik dari sisi teknologi dan tingkat efisiensi. Produksinya saat ini telah mencapai 80%. Jika sudah 100%, dapat mencapai 100.000 barel per hari," terang mantan bos PT Pindad itu.

Menurut Sudirman, keputusan Pemerintah untuk mengambil alih TPPI secara korporasi merupakan solusi permanen setelah 15 tahun. Mulai dari ketidakjelasan struktur kepemilikan, situasi keuangan, kepastian pasokan bahan baku dan pemasaran hasil olahan.

"Nah, akibat dari ketidakpastian tersebut, kilang ini selama 2 tahun terakhir berhenti beroperasi," sebutnya.

Disamping itu, keputusan Pemerintah untuk melakukan pengambilalihan dan pengoperasian oleh PT Pertamina merupakan bagian dari penguatan tata kelola migas secara menyeluruh, antara lain mencakup likuidasi dan audit Petral. (hyt/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi