alexametrics

PT Barata Pacu Ekspor lewat HMC

12 September 2019, 22:18:08 WIB

JawaPos.com – Tahun ini PT Barata Indonesia (Persero) berfokus meningkatkan kinerja ekspor. Sampai akhir 2019, target peningkatan ekspor dipatok 100 persen dari capaian tahun lalu yang sebesar Rp 280 miliar. Untuk itu, perusahaan meresmikan workshop Heavy Machining Center (HMC) atau fasilitas permesinan di Gresik, Rabu (11/9).

Direktur Utama Barata Indonesia Oksarlidady Arifin menjelaskan, fungsi utama HMC adalah meningkatkan kapasitas produksi perseroan. Salah satunya, produk pembangkit listrik.

“Kami perkirakan fasilitas baru ini mampu menambah kapasitas produksi sampai 20 ribu ton per tahun,” tuturnya.

Workshop HMC terbagi menjadi tiga area dengan kegunaan yang berbeda-beda. Lini pertama digunakan untuk machining komponen-komponen berpresisi tinggi. Khususnya proyek-proyek pembangkit tenaga listrik. Mesin di area tersebut adalah CNC laser cutting machine, CNC press bending machine, vertical milling machine, dan CNC lathe machine.

Area kedua berupa workshop fabrikasi dan assembly produk-produk konstruksi bervolume tinggi. Misalnya, pressure vessel, komponen energi terbarukan (wind power), bullet tanks, komponen kapal selam, crane pelabuhan, dan kiln.

“Di area yang kedua ini ada CNC bending machine untuk material baja dengan ketebalan 120 milimeter yang kami harapkan bisa dimanfaatkan bersama PT PAL Indonesia dalam mendukung fabrikasi kapal selam,” ujar Dady.

Sementara itu, area ketiga akan menjadi area pembuatan produk baru Barata Indonesia. Yakni, roda kereta api. Dady menuturkan, proyek tersebut akan dieksekusi secara bertahap. Diawali dengan proses machining roda pada akhir tahun ini.

“Harapan kami, lewat HMC ini, Barata Indonesia bisa semakin berperan dalam memperkuat industri nasional, khususnya di bidang permesinan,” ucapnya.

Workshop HMC itu terwujud berkat sinergi Barata Indonesia dan tiga badan usaha milik negara (BUMN). Ketiganya adalah PT Boma Bisma Indra (Persero) sebagai kontraktor, PT Krakatau Steel (Persero) sebagai pemasok material baja, dan PT Len Industri (Persero) yang mengerjakan PLTS rooftop berkapasitas 500 kWp.

Dady juga menerangkan, pembangunan HMC merupakan bagian dari penyertaan modal negara (PMN) 2016. “Pada 2016, kami mendapatkan tambahan dana PMN sebesar Rp 500 miliar untuk tiga proyek,” terangnya.

Kemarin Menteri BUMN Rini Soemarno mengimbau seluruh BUMN yang bergerak di bidang manufaktur dapat memproduksi mesin sendiri.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (car/c5/hep)



Close Ads