JawaPos Radar

Kinerja Penjualan Boeing Pada Agustus Lepas Landas Tinggalkan Airbus

12/09/2018, 10:45 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Kinerja Penjualan Boeing Pada Agustus Lepas Landas Tinggalkan Airbus
Pesawat Boing produksi Amerika Serikat (Pixabay.com)
Share this image

JawaPos.com - Produsen  pesawat asal Amerika Serikat Boeing Co bangkit usai mengirim 48 pesawat dengan lorong tunggal jenis 737 pada Agustus lalu. Pengiriman unit pesawat itu memperpanjang keunggulannya atas sang rival asal Perancis Airbus dalam mendapatkan pesanan baru.

Pengiriman pesawat Boeing 737 yang diumumkan pada Selasa (11/9) merupakan peningkatan dari 29 pesawat yang dikirim pada Juli. Kinerja pengiriman pada Juli menorehkan performa terendah dalam beberapa tahun. Hal itu disebabkan adanya penundaan pemasok yang berkelanjutan. Akibatnya, pesawat menumpuk di Pabrik Renton, Washington.

Adapun, Boeing 737 dan Airbus (AIR.PA) A320 keluarga pesawat jet lorong tunggal masing-masing adalah sapi perah produsen pesawat. Pengiriman pesawat jenis ini merupakan jenis yang terbanyak dipakai maskapai penerbangan.

Boeing juga mengatakan, pesanan bersih 2018 mencapai 581 pesawat hingga Agustus, naik dari 487 menjelang akhir Juli. Itu termasuk 90 pesanan pada Agustus untuk varian 737 dari perusahaan leasing dan pelanggan tidak dikenal. Sumber-sumber industri mengatakan banyak dari pesanan tersebut mengkonfirmasi bisnis yang diresmikan di Farnborough Airshow pada bulan Juli.

Sementara itu, Airbus lebih lambat untuk mengkonfirmasi pesanan tersebut dibandingkan dua tahun sebelumnya, ketika sebagian besar bisnis pertunjukan udara telah diresmikan pada akhir Agustus. Airbus minggu ini membukukan 219 pesanan untuk Januari hingga Agustus, termasuk lima pada Agustus.

Airbus mengumumkan pesanan untuk 145 pesawat di Farnborough, termasuk beberapa di buku-bukunya sebelum acara berlangsung, butuh 90 pesanan lagi masih untuk mencapai pembukuannya.

Namun, Airbus mengatakan beberapa pesanan sedang dalam proses diaudit dan diperingatkan agar tidak terlalu berpaku pada kecepatan pemesanan.

"Satu bulan tidak mewakili seluruh tahun, terutama Agustus," kata seorang juru bicara, mengacu pada perlambatan musim panas dalam bisnis Eropa dilansir dari Reuters, Rabu (11/9).

Namun, kesenjangan itu menimbulkan pertanyaan baru atas pesanan penting untuk 34 pesawat berbadan lebar A330neo ekstra besar dari AirAsia (AIRA.KL). Kesepakatan Farnborough telah membawa pesanan A330neo grup yang ke-100 dan dilihat sebagai kunci untuk menopang lambatnya laju penjualan.

Itu terjadi setelah perjuangan antara Airbus dan Boeing, maskapai penerbangan AirAsia X, bagian dari AirAsia Malaysia (AIRA.KL), pelanggan terbesar Asia Airbus. [L8N1UF4RI]

Pada bulan Juli, Airbus menyebut kesepakatan itu "kuat," yang para pengamat katakan biasanya berarti persetujuan telah diterima dan setoran dibayarkan. Namun dua sumber industri mengatakan rinciannya masih harus diselesaikan.

Publikasi industri CAPA pekan lalu melaporkan bahwa AirAsia X dapat mengalihkan 40 dari pesanan A330neo ke A321neo yang lebih kecil, yang secara efektif membatalkan pengumuman Farnborough.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up