Dicopot Menteri Rini, Pahala Mansury Belum Sehatkan Garuda Indonesia

12/09/2018, 21:49 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Pahala Mansury dicopot Rini dari Dirut Garuda Indonesia (Romys Binekasri/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan dicopotnya Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury dan digantikan oleh I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra adalah hal yang wajar di perusahaan pelat merah. Menurut Rini pergantian direksi ditujukan sesuai dengan keahlian masing-masing personal. 

"Ada puter-puteran (rotasi jabatan). Di mana ekspertisnya kita lihat, yang satu lebih baik di sini, yang satu ke tempat lain," kata Rini di Soehana Hall, Jakarta, Rabu (12/9).

Disamping itu, Rini juga melihat kinerja operasional yang dilakukan Pahala selama setahun terakhir. Keuangan Garuda belum juga lepas dari rugi meski diklaim membaik. "Itu namanya tidak terlepas dari operasional yang kita lihat selama satu tahun," ujarnya.

"Kita lihat ke depan ini challengenya (Garuda Indonesia) apa saja. Di garuda kita butuhkan ekspertis yg bagaimana. Jadi itu semua kita analisa secara total," ujarnya.

Selain direktur utama, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) resmi merombak wajah baru dalam jajaran direksi dan komisaris. Perseroan menyepakati I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra  sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru menggantikan Pahala N. Mansury yang menjabat sejak April 2017. 

Hal tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam RUPSLB tersebut perseroan resmi memberhentikan dengan hormat Pahala N. Mansury sebagai Direktur Utama.

Meski memasuki 2018 bottom line perusahaan membaik, namun Pahala belum mampu membawa Garuda keluar dari zona merah. Sepanjang semester-I 2018, penjualan perusahaan tumbuh sebesar 5,85 persen YoY menjadi USD 2 miliar, sementara kerugian menipis 58,87 persen YoY menjadi USD 116,8 juta.

Pada 2014 Garuda sempat merugi hingga USD 370 juta. Kemudian pada 2015, laba bersih berbalik positif menjadi USD 76,5 juta. Selanjutnya pada 2016, laba bersih anjlok 89,41 persen menjadi USD 8,1 juta. 

Hingga akhirnya pada 2017, perusahaan justru kembali merugi sebesar USD 216,6 juta.

Selain itu RUPSLB 2018 ini juga memberhentikan dengan hormat Jusman Sfafi’i Djamal sebagai Komisaris Utama dan menunjuk Agus Santoso sebagai Komisaris Utama/Independen Garuda Indonesia yang baru

RUPSLB ini secara sah dihadiri atau diwakili oleh pemegang 223.202.122.369 lembar saham atau 89.6 persen dari keseluruhan pemegang saham Garuda Indonesia.

“Hari ini sore akan rapat dengan direksi sampai Jumat kita harus kerja keras lagi untuk garuda yang kita cinta. Kita untuk perbaikan,” kata Gusti dalam Konferensi Pers di Kantornya, Rabu (12/9).

Berdasarkan hasil RUPSLB, Berikut jajaran Direksi dan Komisaris Garuda yang baru :

Direksi 

1. Direktur Utama: I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra

2. Direktur Niaga : Pikri Ilham Kurniansyah

3. Direktur Kargo & Pengembangan Usaha : Muhammad Iqbal

4. Direktur Keuangan &

Manajemen Resiko: Fuad Rizal

5. Direktur Human Capital: Heri Akhyar

6. Direktur Operasi: Bambang Adisurya Angkasa

7. Direktur Teknik: I Wayan Susena

8. Direktur Layanan: Nicodemus Panarung Lampe

Komisaris 

1. Komisaris Utama / Independen: Agus Santoso

2. Komisaris Independen: Ismerda Lebang

3. Komisaris Independen: Herbert Timbo P. Siahaan

4. Komisaris : Muzaffar Ismail

5. Komisaris: Doni Oskaria

6. Komisaris: Chairal Tanjung

7. Komisaris: Luky Alfirman

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi