alexametrics

Inovasi SDTI untuk Dorong Usaha Koperasi Tumbuh Lebih Cepat

12 Juli 2019, 09:36:44 WIB

JawaPos.com – Pesatnya perkembangan usaha perkoperasian memberi peluang kepada perusahaan teknologi informasi dalam menyediakan layanan digital. Salah satunya peluang ini digarap PT Sistim Digital Transaksi Indonesia (SDTI), anak usaha PT Multi Inti Digital Bisnis (MDB) dengan memberi layanan teknologi digital pada usaha koperasi di Indonesia.

Subhan Novianda, CEO PT SDTI, menyebutkan saat ini banyak koperasi yang berkembang dan memiliki potensi untuk maju, namun belum ditunjang oleh teknologi yang handal dalam pengelolaan dan pencatatan segala jenis transaksi yang terjadi.

“Saat ini masih sedikit koperasi yang mampu memberikan kemudahan fasilitas bagi anggotanya dalam mengelola akun simpanan dan pinjaman. Banyak koperasi masih menggunakan teknologi tradisional untuk menunjang transaksi finansial para anggotanya,” ujar Subhan dalam keterangannya di Purwoketo, Kamis (11/7).

Melihat peluang itu, ucap Subhan, SDTI mengembangkan produk coopRASI sebagai solusi untuk mendorong koperasi lebuh maju dan berkembang di Indonesia. “SDTI hadir dengan menyiapkan proses pemanfaatan teknologi digital untuk usaha koperasi,” imbuhnya.

Nilai tambah dari aplikasi ini, SDTI menyediakan jasa dalam menyusun konsep bisnis, proses yang akan diimplementasikan pada koperasi dan juga sebagai pendukung penyedia SOP dan kebijakan yang berkaitan dengan transaksi operasional dan sistem yang diterapkan.

Menurut Subhan, ada dua layanan yang ditawarkan coopRASI. Pertama, coopRASI Mobile Application,
dengan aplikasi ini akan terjadi transformasi digital pada koperasi di mana para anggotanya dapat melihat saldo simpanan, pinjaman, sisa hasil usaha melalui smartphone. Selain itu, melalui aplikasi mobile ini para anggota koperasi dapat memperoleh kemudahan untuk melakukan transfer antar anggota koperasi.

Layanan kedua adalah coopRASI Core System yang merupakan sebuah produk berbasis online yang dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan keamanan standar perusahaan multinasional. Tidak hanya sebagai pendukung pencatatan operasional namun dapat digunakan sebagai peningkatan valuasi dari koperasi.

Untuk memanfaatkan aplasi coopRadi, SDTI mematok harga berdasarkan total valuasi koperasi itu sendiri. Misalnya, jika total asetnya kurang dari Rp200 juta akan dikenakan biaya Rp 750 ribu/bulan, Rp 200 juta-Rp 750 juta biayanya Rp 1,2 juta, dan aset di atas Rp 750 juta biayanya Rp 3 juta.

“Tahun 2020 kami menargetkan aplikasi ini digunakan 100 koperasi dengan pendapatan sekitar Rp 1,8 miliar,” pungkas Subhan.

Editor : Mohamad Nur Asikin