alexametrics

Soal Kebijakan Jual Harga BBM Non Subsidi, Begini Kata Dirjen Migas

12 April 2018, 16:52:10 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mempertimbangkan rencana diterapkannya kebijakan kenaikan harga jenis BBM umum (JBU) seperti Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo. Salah satu pertimbangannya, memberi manfaat bagi semua pihak baik PT Pertamina (Persero) maupun masyarakat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Djoko Siswanto mengatakan, ada beberapa risiko jika pemerintah tidak memberlakukan kebijakan tersebut. Salah satu yang paling penting adalah persoalan reveneu dan keuntungan.

Bagi pria yang akrab disapa Joksis ini, menjual produk ataupun jasa dengan harga tinggi namun sedikit permintaan hanya akan menjadi hal yang sia-sia dalam bisnis.

“Risiko badan usaha itu sendiri jadi nggak ada revenue karena nggak ada yang beli. Ngapain kamu jualan tapi nggak ada yang beli, mendingan harga dikurangin, tapi dapat margin,” ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (12/4).

Dia mencontohkan, Pertamina lebih baik mengambil keuntungan sebesar 1 persen untuk JBU tersebut. Sehingga, jarak harga antara premium, pertalite dan pertamax cs tidak akan jauh selisihnya.

Menurutnya, langkah tersebut akan membuat masyarakat bergairah untuk mulai beralih dari penggunaan premium. Di sisi lain, perseroan juga tetap dapat menjalankan bisnisnya dengan baik meski mendapat keuntungan kecil.

“Dengan demikian, jualan dia bisa tetap laku meskipun hanya satu persen. Keuntungan kedua, kita tidak perlu menyediakan tambahan premium karena masyarakat menggunakan pertalite ke atas. Jadi persetujuan ini menguntungkan semua pihak,” jelas dia.

“Masyarakat bisa tetap menggunakan BBM berkualitas tinggi dengan harga yang tidak terlalu jauh, negara atau pemerintah tidak perlu memberikan tambahabn positif. Ini lho skenario di belakang kebijakan itu,” pungkas Joksis. 

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (hap/JPC)


Close Ads
Soal Kebijakan Jual Harga BBM Non Subsidi, Begini Kata Dirjen Migas