JawaPos Radar | Iklan Jitu

Angka Belanja Iklan di Radio Turun 30 Persen, Ini Penyebabnya

11 Desember 2017, 19:47:58 WIB
Konferensi Pers Radio Day
Konferensi Pers Radio Day (Rieska Virdhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Sebagai salah satu media, radio masih ada di hati para penggemarnya. Radio bisa tetap mengikuti perkembangan kemajuan zaman digital dengan bisa didengar melalui digital atau smartphone dan lainnya. Untuk itu, para pengiklan masih tetap menganggap radio menjadi salah satu media untuk menyampaikan informasi, meski jumlahnya menurun.

Radio ADEC (Advertising Expenditure) mencapai Rp 1,2 triliun dengan 59 persen berasal dari Jakarta yaitu Rp 708,8 miliar. Namun dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya cenderung menurun.

"Penurunan iklan di radio hampir semua terjadi di 37 radio Jakarta. Hampir 10-30 persen," ujar Ketua Umum Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) M Rafiq dalam konferensi pers peringatan Radio Day di Jakarta, Senin (11/12).

Menurut Survei Nielsen, komposisi pendengar radio di DKI Jakarta dan sekitarnya saat ini didominasi anak muda dengan persentase 56 persen dan 44 persen dewasa. Porsi terbesar adalah milenial yakni 34 persen yang menyukai kopi, musik, olahraga dan lainnya. Lalu apa sebabnya iklan menurun?

"Saya pikir ada kaitannya dengan bisnis ritel tutup. Sebelumnya banyak bisnis ritel yang tutup itu pasang iklan ke kami. Setelah tutup enggak pasang lagi," papar Rafiq.

Dulu berbagai toko ritel sering memasang iklan di radio. Lalu pembatasan pemasaran produk tembakau juga membuat iklan di radio menurun.

"Saat ini yang banyak adalah iklan e-commerce atau pelumas. Dan yang sedang meningkat adalah iklan travel serta rekreasi," kata Rafiq.

Editor           : Saugi Riyandi
Reporter      : (ika/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up