JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pemerintah Kebut Kerja Sama Ekonomi-Jepang Lewat Skema GR IJEPA

11 Agustus 2018, 15:00:30 WIB | Editor: Mochamad Nur
Pemerintah Kebut Kerja Sama Ekonomi-Jepang Lewat Skema GR IJEPA
Ilustrasi hubungan bilateral Indonesia-Jepang (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Indonesia kembali melakukan pembicaraan bilateral terkait dengan peningkatan hubungan ekonomi kedua negara. Pertemuan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (GR IJEPA) terakhir dilakukan 8─10 Agustus 2018 di Tokyo, Jepang.

“Pertemuan di Tokyo merupakan perwujudan komitmen kedua negara untuk mempercepat penyelesaian GR IJEPA sebagaimana workplan yang telah disepakati pada Pertemuan JCM-7 di Bali pada Maret 2018 lalu,” jelas Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional sekaligus Ketua Tim Perunding Indonesia untuk GR IJEPA, Iman Pambagyo dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (11/8).

Iman optimistis peningkatan perdagangan dan investasi dua arah berdasarkan prinsip berkesinambungan dan saling menguntungkan dapat tercapai apabila GR IJEPA ini dapat diselesaikan.

Sebagaimana diketahui, upaya perluasan akses pasar produk potensial merupakan fokus utama Indonesia dalam GR IJEPA khususnya pada sektor perikanan, industri, pertanian, dan kehutanan.

Selain itu, pada kesempatan ini, Indonesia menjelaskan proposal kerja sama baru kepada pihak Jepang yang diharapkan bersifat “win-win” bagi kedua negara, diantaranya di bidang industri manufaktur dan tekstil, UKM logam dan permesinan, pertanian, serta SDM tenaga kesehatan.

Dalam pertemuan ini, Indonesia juga membahas isu kelapa sawit dan memperjuangkan agar sertifikasi kelapa sawit Indonesia atau Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dapat diakui oleh Pemerintah Jepang. Terkait pembahasan perdagangan barang, kedua delegasi membahas revised requests yang telah dipertukarkan sebelumnya pada Agustus 2018.

Pertukaran revised requests yang telah dilakukan Indonesia dengan Jepang merupakan perbaikan dari initial requests Indonesia sebelumnya yang mencakup sejumlah pos tarif prioritas produk potensial Indonesia yang diharapkan dapat memperoleh akses pasar yang lebih besar di Jepang.

Indonesia dan Jepang juga melanjutkan pembahasan dan bertukar pandangan terkait usulan penyempurnaan perjanjian IJEPA di bidang investasi dan pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilakukan oleh masing-masing Sub Komite terkait.

Untuk melanjutkan pembahasan, kedua negara sepakat untuk melaksanakan Pertemuan Komite Bersama berikutnya pada bulan September 2018 di Indonesia.

IJEPA ditandatangani di Jakarta pada 20 Agustus 2007 dan berlaku efektif pada 1 Juli 2008. Berdasarkan amanat pasal 151 Perjanjian IJEPA, Indonesia dan Jepang dapat melakukan General Review implementasi dan operasionalisasi perjanjian pada tahun ke-5 sejak dimplementasikan.

Penyelesaian General Review IJEPA pada 2018 diharapkan dapat menjadi salah satu capaian di bidang ekonomi dalam peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Jepang yang jatuh pada tahun ini.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up