alexametrics

Kenaikan Tarif Ojek Online Punya Efek Maha Dahsyat, Ini Buktinya

11 Februari 2019, 16:57:47 WIB

JawaPos.com – Skema tarif batas bawah sebesar Rp 3.100 per kilometer (km) pada aturan ojek online dinilai memberatkan. Hal itu berpotensi berdampak besar kepada konsumen.

Ekonom Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan, sebagian besar pengguna ojek online didominasi oleh masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Jika mengalami kenaikan, frekuensi penggunaan mereka terhadap ojek online akan berkurang.

“Yang jelas akan ada lanjutannya kan jadi yang jelas konsumen itu sebagaimana kita lihat dari hasil penelitiannya 50 persen lebih pendapatan menengah ke bawah. pendapatan menegah ke bawah itu sangat sensitif terhadap harga. dan kalau begitu mereka akan beralih, entah itu mengurangi trip atau kemudian mengurangi aktivitas ekonominya dan lain lain,” ujarnya di Hongkong Cafe, Jakarta, Senin (11/2).

Fithra mengatakan, berkurangnya pengguna ojol akan memberi dampak negatif bagi pendapatan para pengemudi. Efeknya, perekonomian dalam negeri akan ikut terdampak. Sebab, aktifitas ekonomi mereka bakal sedikit mengalami perlambatan lantaran kebutuhan semakin mahal.

“Karena mereka yang 50 persen pendapatan terbawah ini juga cukup berperan dalam perekonomian kita, terutama kalau kita bicara misal sektor UMKM,” jelasnya.

Tidak sampai disitu, Fithra memperkirakan bakal terjadi efek domino. Sebab, pendapatan dari beberapa sektor seperti restoran maupun reparasi mobil juga akan terdampak.

“Karena kalau kita bicara ojek online tidak hanya bicara tentang ojek saja, tapi juga tentang restoran, bicara jasa angkutan jalan raya dan lainnya,” pungkasnya.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Hana Adi

Copy Editor :

Kenaikan Tarif Ojek Online Punya Efek Maha Dahsyat, Ini Buktinya