JawaPos Radar

Rupiah Melemah, Semen Baturaja Banjir Berkah

10/05/2018, 21:15 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Rupiah Melemah, Semen Baturaja Banjir Berkah
ilustrasi semen yang ingin diekspor (Dok. JawaPos.com)
Share this image

Jawapos.com – PT Semen Baturaja (Persero) Tbk mengekspor semen setengah jadi (klinker) ke Australia. Pada ekspor perdana kali ini, Klinker diangkut dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju Pelabuhan Bulwer Island, Brisbane, Australia.

Direktur Utama Semen Baturaja (SMBR), Rahmad Pribadi, mengatakan sejak Semen Baturaja berdiri pada 1974, baru pada kesempatan kali ini ekspor mulai dilakukan, bersamaan dengan terjadinya pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Rahmad mengatakan pelemahan Rupiah yang minggu ini telah menembus Rp 14 ribu membawa berkah bagi perseroan. Pelemahan Rupiah justru dapat menguntungkan eksportir sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke negara lain.

“Saya pikir saat ini adalah momentum yang paling tepat untuk memulai ekspor, termasuk ekspor klinker yang baru saja kami lakukan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (10/5).

Rahmad mengemukakan ekspor perdana kali ini merupakan uji pengiriman (trial cargo) dengan volume sebesar 30 ribu metrik ton. Nilainya, menurut Rahmad sekitar USD 1 juta.

“Apabila trial cargo berhasil dengan baik, akan diikuti dengan kontrak jangka panjang,” jelasnya.

Pada ekspor perdana kali ini, PT Sucofindo (Persero) menjadi lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja sebagai surveyor yang melakukan pengambilan sampling dan analisis klinker yang akan diekspor.

"Baik pra-muat maupun saat memuat,” ujarnya.

Sementara PT Pelindo II (Persero) cabang Panjang, Lampung berperan sebagai lembaga yang ditunjuk Semen Baturaja untuk jasa stevedoring dan trucking di Pelabuhan Panjang.

Rahmad menuturkan Semen Baturaja mengekspor klinker sebagai langkah strategis perseroan untuk mengantisipasi kelebihan pasokan (over supply) semen di Indonesia, meningkatkan utilisasi pabrik yang ada dan menyiasati pelemahan kurs Rupiah.

Selain itu, Semen Baturaja, kata Rahmad, juga ingin membuktikan jika produk klinker dan semennya memenuhi standar kualitas ekspor di Australia, yang selama ini sulit ditembus.

“Karena persyaratannya sangat ketat,” tegasnya.

Sementara itu, potensi ekspor komoditi klinker dan semen ke sejumlah negara saat ini prospeknya sangat menjanjikan. Dia memprediksi klinker akan terjadi booming pada 2018 ini dan pada tahun-tahun berikutnya menyusul menurunnya nilai tukar rupiah dan meningkatnya permintaan di pasar internasional. Peningkatan ekspor menurutnya akan berdampak pada perekonomian nasional yang akan semakin membaik.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up