alexametrics

Brand E-Commerce Lokal Masih Kuasai Pangsa Pasar Domestik, Siapa?

9 Juli 2019, 17:15:17 WIB

JawaPos.com – Perkembangan layanan aplikasi berbasis digital atau e-commerce semakin berkembang dan diminati oleh masyarakat Indonesia. Khususnya untuk kalangan milienials yang mobilitasnya sangat tinggi setiap harinya. Di dunia ekonomi digital ini, perusahaan teknologi asal Indonesia masih menguasai pasar domestik dibanding aplikasi rakitan luar negeri.

Sebagaimana diketahui, omset e-commerce di Indonesia diperkirakan telah mencapai USD 130 miliar atau setara Rp 1.700 triliun. Angka tersebut naik tajam jika dibandingkan 2016 yang hanya sebesar USD 20 miliar atau setara Rp 261 triliun. Sementara pada 2013, transkasi dunia e-commerce masih berada dikisaran USD 8 miliar atau setara Rp 104 triliun.

Dari angka tersebut, kabar baiknya, perusahaan layanan digital asal Indonesia masih paling diminati dibandingkan dengan layanan yang dibuat luar negeri. Perusahaan milik Nadiem Makarim, Go-Jek Indonesia menjadi perusahaan yang telah menguasai tiga dari lima kategori mobile e-commerce yang paling diminati masyarakat Indonesia. Terkhusus milenials. Itu terungkap dari hasil riset Alvara Reasearch Center.

Adapun Go-Jek menjadi leading sektor e-commerce pada aplikasi transportasi melalui Go-Ride, pesan-antar makanan melalui Go-Food, dan aplikasi pembayaran dengan Gopay. Sedangkan untuk aplikasi pesan hotel dan tiket serta aplikasi belanja masih dikuasai oleh pemain asing. Mereka adalah Traveloka dan Lazada.

Menurut CEO dan Founder Alvara Reasearch Center, Hasanudin Ali, keberhasilan Go-Jek menjadi pangsa nomor wahid pada industri e-commerce di domestik tak terlepas dari layanan dan benefit yang diberikan perusahaan ke pengguna. Selain itu, strategi promo yang diberikan oleh Go-Jek juga dinilai berhasil dilirik pangsa Indonesia.

“Jadi ini bukan soal karena pengguna nasionalis (gunakan produk Indonesia), tapi mereka menjawab terkait benefit yang diterima dari brand kepada konsumen,” kata Hasanudin dalam paparannya di Hotel Four Points, Jakarta, Selasa (9/7).

Selain faktor tersebut, Hasanudin mengatakan, keberhasilan Go-Jek menguasai pangsa domestik lantaran aplikasi dengan almamater hijau diuntungkan karena telah dicap sebagai pionir dalam dunia e-commerce Indonesia. Di samping itu, fleksibilitas Go-Jek dengan sistem yang sudah terintegrasi menambah keunggulan aplikasi tersebut unggul di domestik.

“Jadi ini momentum dimana para milenial yang notabene digital natives yang lebih memilih aplikasi e-commerce buatan Indonesia itu harus dijaga, Sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar. Apalagi, outlook ekonomi menyatakan potensi transaksi e-commerce di Indonesia sangat besar,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, aplikasi transportasi Go-Ride digunakan oleh kalangan milenials sebanyak 70,4 persen dibandingkan rivalnya Grab Indonesia yang hanya 45,7 persen. Sedangkan untuk aplikasi Go-Food mendominasi pasar pesan antar makanan sebesar 71,7 persen di Indonesia. Sementara untuk aplikasi pembayaran digital, Go-Pay digunakan sebanyak 67,9 persen responden dibanding dengan pemain aplikasi pembayaran digital sejenis.

Penelitian Alvara melalui survei tatap muka dengan metode cluster random sampling terhadap 1.204 responden di Jabodetabek, Bali, Padang, Yogyakarta dan Manado yang dilakukan dari minggu pertama April sampai dengan Minggu kedua Juni 2019. Margin of error penelitian berada di kisaran 2,89 persen.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads