alexametrics

BKPM Bahas Saham e-commerce, Gojek Hingga Lazada

8 Desember 2015, 17:28:00 WIB

JawaPos.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) berencana melakukan pembahasan lanjutan terkait panduan investasi sektor e-commerce, dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Pembahasan lanjutan ini diperlukan mengingat masih adanya isu-isu yang belum tuntas dalam rapat koordinasi sebelumnya.

Kepala BKPM Franky Sibarani menuturkan, ‎isu-isu yang masih memerlukan pembahasan antara lain jumlah kepemilikan asing yang diizinkan untuk sektor e-commerce, batas kewenangan antara Kemendag dan Kemkominfo, serta adanya usulan baru terkait bidang usaha ekonomi digital.

Lalu, bagaimana bocoran panduan investasi e-commerce yang tengah digodok?

"Dalam rapat koordinasi sebelumnya, ada usulan kepemilikan asing untuk sektor e-commerce dapat dibuka hingga 49 persen,” ujar Franky dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (8/12)

Selain itu, sambung dia, ‎adanya usulan kepemilikan asing dibatasi hanya 33 persen dengan minimal total investasi USD15 juta. Sementara untuk pembagian kewenangan di antara kedua kementerian terkait, ada wacana Kemkominfo terkait dengan infrastrukturnya, sementara Kemendag mengatur perdagangannya.

“Hal tersebut masih perlu dimatangkan lagi sehingga dapat terimplementasi,” ‎tambah Franky.

Misalnya, usaha seperti Gojek dan Uber tidak mau diklasifikasikan sebagai usaha transportasi karena mereka tidak secara langsung memiliki armada. Begitu juga dengan usaha seperti Lazada dan Tokopedia yang tidak dikategorikan sebagai perdagangan karena tidak memiliki inventori barang secara langsung.  
 
“Panduan investasi yang akan dihasilkan diharapkan dapat memayungi ide bisnis baru semacam ini sehingga memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Tentu akan dilakukan koordinasi dengan BPS terkait bidang usaha baru agar dapat tercatat klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI),” tandas Franky. (hyt/JPG)

Editor : afni

Copy Editor :

BKPM Bahas Saham e-commerce, Gojek Hingga Lazada