alexametrics

Tahun ini, Ekonomi Kreatif Diprediksi Sumbang Rp 1.211 T ke PDB

Didukung Perkembangan Platform Digital
8 November 2019, 14:30:35 WIB

JawaPos.com – Ekonomi kreatif masih menyimpan potensi besar di Indonesia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memprediksi, tahun ini sektor ekonomi kreatif mampu tumbuh 10 persen. Optimisme tersebut didukung kehadiran platform digital yang membuat akses pasar ekonomi kreatif makin luas.

Berdasar catatan Kadin, pada 2016, ekonomi kreatif menyumbang Rp 1.000 triliun ke PDB Indonesia, kemudian meningkat jadi Rp 1.105 triliun pada 2018. Tahun ini, angkanya diprediksi kembali naik menjadi Rp 1.211 triliun.

Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani mengungkapkan, saat ini jumlah penduduk usia produktif di Indonesia amat besar. Sumber daya manusia itulah yang harus disiapkan agar bisa menjadi tenaga terampil dalam menjawab tantangan fenomena ekonomi digital yang menjadi bagian dalam ekonomi kreatif.

Hasil riset terbaru dari laporan e-Conomy SEA 2019 oleh Google, Temasek, dan Bain Company mencatat, pertumbuhan tren ekonomi digital di ASEAN termasuk Indonesia cukup pesat. Tahun ini, diprediksi internet ekonomi Indonesia bisa mencapai USD 40 miliar.

Riset itu juga melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan Indonesia mencapai 49 persen, atau paling pesat di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi digital itu mencakup lima sektor. Yakni, e-commerce, media daring, transportasi berbasis aplikasi daring, wisata dan perjalanan, serta jasa keuangan digital.

Indonesia, lanjut dia, harus dapat memetik manfaat optimal dari bonus demografi yang akan diperoleh pada 2035. Karena itu, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi pemerintah dan dunia usaha untuk mempersiapkan bonus demografi tersebut.

“Kita yakini kontribusi ekonomi kreatif di Indonesia akan terus bertambah,” ujarnya.

Sementara itu, tahun ini pelaku industri e-commerce memastikan kembali menggelar pesta diskon bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Target transaksi Harbolnas tahun ini mencapai Rp 7,8 triliun selama dua hari penyelenggaraan pada 11 dan 12 Desember 2019. Diproyeksikan ada 300 peserta dari berbagai platform e-commerce yang ikut meramaikan Harbolnas tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung menyebutkan, saat pergelaran Harbolnas, transaksi online dapat meningkat delapan kali lipat dari hari biasa. Target tahun ini pun meningkat dibanding realisasi tahun lalu Rp 6,8 triliun, seiring jumlah peserta yang bertambah.

“Jumlah transaksi pasti naik karena peserta bertambah terus,” ucap Untung di Jakarta, Kamis (7/11).

Diperkirakan, ada 300 peserta yang mengikuti Harbolnas tahun ini, bertambah dibanding tahun lalu sebanyak 254 peserta. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mendaftar untuk mengikuti Harbolnas tercatat 170.

Platform yang hadir pada Harbolnas tahun ini menjajakan banyak produk mulai kecantikan, fashion, kesehatan, otomotif, perangkat keras, kebutuhan rumah tangga, hingga elektronik. Beberapa di antaranya yang sudah mengonfirmasi keikutsertaannya di Harbolnas tahun ini adalah Bukalapak, Lazada, Elevania, Zalora, dan MAP.

Untung memaparkan, skema Harbolnas tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pada hari pertama, yakni 11 Desember, para peserta akan mengeluarkan promo produk-produk dalam negeri. Namun, tahun ini bakal ada tambahan dari produk-produk grocery dan hasil alam lokal.

“Kami berharap platform yang memasarkan hasil alam juga bisa bergabung dengan Harbolnas kali ini. Produk-produknya bisa seperti pertanian, hasil laut, dan lainnya,” beber Untung.

Tren Transaksi Harbolnas

Tahun | Transaksi (Rp Triliun)

2014 | 1,4

2015 | 2,1

2016 | 3,3

2017 | 4,7

2018 | 6,8

2019 | 7,8

Sumber: idEA

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/c17/oki)



Close Ads