JawaPos Radar | Iklan Jitu

Schneider Electric Luncurkan Inovasi Pengontrol Listrik Untuk Pebisnis

08 November 2018, 18:00:40 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Schneider Electric Luncurkan Inovasi Pengontrol Listrik Untuk Pebisnis
Peluncuran inovasi pengontrol listrik. (Romys Binekasri / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perusahaan global dalam transformasi digital di pengelolaan energi, otomasi serta proteksi listrik, Schneider Electric memperkenalkan inovasi baru untuk pelaku bisnis.

Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly menjelaskan, inovasi tersebut yaitu Masterpact MTZ, yang merupakan generasi berikutnya dari high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT) dengan kemampuan analisa prediktif yang dipadukan dengan alat pengukur daya kelas satu di industri. 

Masterpact MTZ menjadi yang pertama untuk kategori air circuit breaker dengan tingkat akurasi pengukur daya teratas di kelasnya, dan tersertifikasi dengan standard internasional ISO 50001, IEC 61557-12 and IEC 60364-8.

“Sekarang masanya energi baru yang digerakkan oleh dekarbonisasi, desentralisasi dan digitalisasi, karena itu para pelaku bisnis perlu melakukan otomatisasi pengelolaan energi listrik dengan kemampuan analisa prediktif untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi dan mengontrol biaya operasional akibat gangguan listrik yang tak terduga,” ujarnya dalam siaran persnya, Kamis (8/11).

Menurutnya, pelaku bisnis tentunya mengharapkan distribusi listrik yang lebih aman, dapat diandalkan, efisien, berkelanjutan dan terhubung. Solusi high power low voltage air circuit breaker (ACB) pintar berbasis Internet of Things (IoT) ini sangat cocok untuk bangunan-bangunan yang membutuhkan keandalan listrik setiap saat 24 jam / 7 hari dan memiliki sensitivitas tinggi terhadap terjadinya gangguan listrik seperti Rumah Sakit dan Data Center.

“Bisnis seperti Rumah Sakit dan Data Center yang sangat sensitif dan bergantung terhadap keandalan listrik, memastikan tidak adanya downtime dan gangguan listrik sangatlah krusial karena berdampak langsung  terhadap reputasi perusahaan, kerugian finansial, keamanan data serta kenyamanan dan kepuasaan klien/pasien. Oleh karena itu pengadopsian IoT dalam manajemen energi gedung menjadi sebuah keharusan,” imbuhnya.

Berdasarkan riset Frost & Sullivan, belanja perawatan kesehatan di Indonesia diprediksi mencapai USD 37,7 milliar pada tahun 2020. Bisnis di sektor rumah sakit swasta juga akan semakin menggeliat dengan semakin banyaknya pembangunan rumah sakit swasta dari 917 rumah sakit swasta di 2015 diprediksi meningkat menjadi 1.017 rumah sakit di 2020. 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up