JawaPos Radar

Trump Bakal Kenakan Tarif Impor USD 267 M Produk Tiongkok

08/09/2018, 13:25 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Trump Bakal Kenakan Tarif Impor USD 267 M Produk Tiongkok
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum menunjukkan tanda-tanda akan melunaknya negosiasi dagang dengan pemerintah Tiongkok. Trump mengaku siap menambah tarif impor hingga USD 267 miliar terhadap barang-barang Tiongkok jika mau. Sebelumnya, Trump mentargetkan akan menambah tarif impor hingga USD 200 miliar barang.

Ucapan Trump kepada wartawan Air Force One Friday itu memicu penurunan 100 poin di Dow Jones Industrial Average sekitar jam 12 malam. Langkah itu akan secara tajam meningkatkan perang dagang Trump dengan Beijing atas tuntutannya terhadap perubahan besar dalam kebijakan ekonomi, perdagangan, dan teknologi. Tiongkok pun telah mengancam pembalasan, yang dapat mencakup tindakan terhadap perusahaan AS yang beroperasi di sana.

“Saya benci untuk mengatakan ini, tetapi di balik itu, ada USD 267 miliar lainnya yang siap untuk pergi dalam waktu singkat jika saya mau. Itu benar-benar akan mengubah persamaan,” kata Trump dilansir JawaPos.com dari Reuters, Sabtu (8/9).

Trump telah memberlakukan tarif 25 persen pada barang-barang Cina senilai USD50 miliar, sebagian besar mesin industri dan komponen elektronik menengah, termasuk semikonduktor.

Adapun daftar produk impor senilai USD 200 miliar itu mencakup beberapa produk konsumen seperti kamera dan alat perekam, koper, tas, ban, dan penyedot debu, akan dikenakan tarif 10 persen hingga 25 persen.

Sebelumnya, pada Jumat lalu, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada Bloomberg Television bahwa pemerintah akan mengevaluasi komentar publik sebelum membuat keputusan pada daftar tarif USD200 miliar.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS menerima hampir 6.000 komentar dan mengadakan sidang publik selama tujuh hari tentang pungutan yang diajukan.

Sebagian besar komentar berasal dari perusahaan yang ingin menghapus produk dari daftar tarif, dengan beberapa alasan seperti jika ada sumber alternatif dan tugas akan menyebabkan kesulitan keuangan. Hanya sedikit yang memuji rencana kenaikan tarif itu.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up