JawaPos Radar

Saat Rupiah Melemah, Tridomain Justru Genjot Ekspor Naik 12 Persen

08/03/2018, 17:28 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Saat Rupiah Melemah, Tridomain Justru Genjot Ekspor Naik 12 Persen
Ilustrasi (Dok. Radar Semarang)
Share this image

JawaPos.com – Pelemahan nilai tukar Rupiah justru menjadi optimisme dan peluang bagi PT Tridomain Performance Materials Tbk. Perusahaan ini optimis dapat meraup keuntungan melalui kontribusi ekspor.

Chief Operation Officer Tridomain Performance, Hendro Waskito mengungkapkan,  hingga akhir September 2017 perolehan penjualan Tridomain mencapai USD 117,25 juta. "Kalau saat ini kontribusi ekspor terhadap penjualan berkisar 8-10 persen," katanya di Jakarta, Kamis (8/3).

Hendro menilai, tren pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS tidak mengganggu kinerja keuangan. Justru dapat memacu kinerja ekspor 2018. "Ekspor kami baru 8-10 persen, nanti bakal meningkat sekitar 10-12 persen," imbuhnya.

Saat Rupiah Melemah, Tridomain Justru Genjot Ekspor Naik 12 Persen
Ilustrasi PT Tridomain Performance Materials Tbk (Romys Binekasri / JawaPos.com)

Sebagai produsen bahan baku khusus, perusahaan ini tidak mengandalkan impor. Sehingga hasil produksi bisa masuk ke pasar ekspor. "Sejauh ini pasar dominan kami di domestik. Makanya, kami akan terus mendorong ekspor," tuturnya.

Tridomain membidik Australia dan berbagai negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara sebagai target ekspor. "Kami juga memiliki agen di sejumlah negara-negara di Asia Tenggara," ujar Hendro. Menurutnya, tren apresiasi dollar AS mendorong perusahaan ini  meningkatkan kapasitas perseroan di lingkup Asia Tenggara. "Kami perlu peningkatan kapasitas, karena region network kami sudah lama. Sejak krisis 1998, kami diminta cari market di regional. Karena, di luar itu cenderung memakai dollar AS," paparnya. 

Sementara itu, tren kenaikan harga minyak mentah dunia juga tidak mengganggu kinerja perusahaannya. "Walau pun produk kami turunan dari minyak bumi, tetapi margin tetap terjaga. Karena, kami tidak tergantung pada produk-produk hulu," jelas Hendro. Namun demikian,  pihaknya tetap memiliki proyeksi harga minyak untuk kurun waktu tiga bulan ke depan. "Memang kami tidak bisa memproyeksikan ketidakpastian harga minyak bumi untuk jangka waktu 5-10 tahun ke depan," imbuhnya. 

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up