alexametrics

Keputusannya Dipuji Karyawan Garuda, Erick Tak Mau Dibilang Menghakimi

6 Desember 2019, 20:55:05 WIB

JawaPos.com – Pernyataan sikap dari Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) tentang pemberhentian Ari Askhara dari jabatan Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mendapat respons dari Erick Thohir. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengapresiasi dukungan dari IKAGI atas keputusannya memberhentikan Ari Askhara.

“Kalau ditanya apresiasi daripada para pekerja, apresiasi itu saya terima. Tapi, saya juga enggak mau nanti kementerian ini dibilangnya menghakimi. Bukan (menghakimi),” ungkapnya di Gerbang Tol Parigi, Banten, Jumat (6/12).

Erick pun memikirkan keluarga dari pejabat yang dicopot tersebut. Ia yakin pasti ada pandangan dari masyarakat sekitar terhadap keluarga pejabat bersangkutan.

“Oknum-oknum ini kan juga punya keluarga. Jadi, saya yakin yang lebih berat itu hukuman sosial. Apalagi sekarang meme-meme di dunia media sosial sangat kejam,” katanya.

Meski begitu, Erick tetap tegas pada pendiriannya untuk membangun tata kelola perusahaan yang baik. Maka dari itu, jika ada yang punya itikad tidak baik, Erick tak segan-segan akan membebastugaskan seorang pejabat.

“Saya rasa kami tidak ada maksud mengacak-acak yang sudah baik. Tapi yang tidak baik, apalagi berlawanan secara hukum harus ditindak,” pungkasnya.

Sebelumnya, IKAGI menyambut baik langkah Erick Thohir mencopot Ari Askhara dari kursi Bos Garuda. Di mata mereka, Ari merupakan sosok pemimpin kontroversial.

“Kami mendukung respons cepat Pak Erick. Dan selama ini kinerja Ari Askhara, direksi yang selalu kontroversial, sehingga merugikan banyak pihak dari karyawan hingga customer,” ujar Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin di Jakarta, Jumat (6/12).

Zaenal menjelaskan beberapa kasus kontroversial Ari, antara lain pemalsuan laporan keuangan Garuda Indonesia 2018. Dalam laporan tersebut, semestinya Garuda membukukan rugi, tetapi malah untung.

Kemudian, suguhan live music akustik di pesawat, serta pengalihan rute penerbangan London dan Amsterdam via Denpasar. Kebijakan lain yakni larangan foto dan video dalam pesawat terhadap penumpang, dan terakhir kasus penyelundupan Harley Davidson.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads